Terbentur Persyaratan, BOP PAUD di Kudus Tahun Ini Belum Bisa Dicairkan

oleh
Terbentur Persyaratan, BOP PAUD di Kudus Tahun Ini Belum Bisa Dicairkan
Foto: Sosialisasi Akreditasi BAN PAUD dan PNF. (Aris Sofiyanto/ISKNEWS.COM).

Kudus, ISKNEWS.COM — Dana bantuan operasional pendidikan (BOP) untuk pendidikan anak usia dini (PAUD) di wilayah Kabupaten Kudus sebesar Rp13,609 miliar pada 2018, tidak bisa dicairkan karena terbentur persyaratan.

Kepala Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus Joko Susilo melalui Kasi PAUD Wiwik mengakui pada tahun ini Kabupaten Malang tidak bisa menerima pencairan hibah BOP PAUD sebesar Rp13,609 miliar. “Pencairan BOP tahun ini menunggu data dapodik masing-masing lembaga yang sudah final,” jelasnya Rabu (8/8/2018).

TRENDING :  Program Tambahan TMMD : Bersama Warga Tanam Penghijauan Di Lokasi Makam Kandangmas

Tahun ini, BOP digelontorkan sebesar Rp13,609 miliar, hal itu lebih besar dibanding tahun 2017 senilai Rp13,018 miliar, sedangkan dana yang terserap Rp9,65 miliar dan masih sisa Rp 3,36 miliar. Saat ini, sisanya masih tersimpan di kas negara dan bisa dimasukkan di anggaran tahun berikutnya.

TRENDING :  Jelang Kupatan, Pengusaha Tahu Mulai Kejar Tayang

Sejauh ini aplikasi pelaporan dapodik dari pusat belum bisa diakses. Pihaknya juga sudah melapor ke Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, “Semoga dalam waktu dekat ini sudah bisa dibuka. Walhasil, pencairannya akan menggunakan data peserta didik baru, sedangkan dana BOP tahun ini sudah berada di kas daerah,” harapnya.

BOP dihitung berdasarkan jumlah siswa yang sudah terdaftar dalam Dapodik. Jumlah BOP yang akan diterima sebesar Rp 600 ribu per tahun. “Data peserta didik terbaru sangat dibutuhkan untuk jumlah penerimaan BOP dimasing-masing lembaga. Setelah didata, kemudian diajukan untuk proses penerbitan SK pencairan,” ungkapnya.

TRENDING :  KPU Pastikan Distribusi Logistik Pilkada Besok Aman

Saat ini tinggal menunggu keseluruhan data dapodik. “Lembaga PAUD sudah kami beritahu jika pencairan menunggu dapodik yang baru, jadi mereka memaklumi,” pungkasnya. (AJ/WH).

KOMENTAR SEDULUR ISK :