Tercemarnya Kali Pendo, PG Rendeng Harus Secepatnya Lakukan Perbaikan IPAL

oleh
Tercemarnya Kali Pendo, PG Rendeng Harus Secepatnya Lakukan Perbaikan IPAL
Foto: Rapat koordinasi klarifikasi temuan lapangan dugaan pencemaran oleh PG Rendeng ke Sungai Tumpang - Sungai Pendo yang digelar di Ruang Rapat, Dinas PKPLH pada Kamis (16-08-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Kasus pencemaran Kali Pendo yang mencuat sejak 1 Agustus lalu, mendapat tidak lanjut serius dari Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus. Dalam penyelidikan yang dilakukan oleh Dinas PKPLH di temukan beberapa sumber yang melakukan pencemaran ke Kali Pendo.

Indriatmoko, Kabid Pembinaan dan Pengembangan Kapasitas Lingkungan Hidup Dinas PKPLH Kudus, mengungkapkan hingga kini pihaknya belum menerima hasil uji laboratorium terhadap sampel air badan air dari Kali Pendo. Meskipun begitu, dalam penyelidikan yang dilakukan, pihaknya menemukan sejumlah sumber pencemar kali pendo.

“Dugaan sumber pencemaran Kali Pendo berasal dari kerusakan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) yang terjadi di PG Rendeng pada tanggal 5 Agustus lalu. Selain itu, kami juga menemukan sejumlah pabrik tahu di Desa Tumpang Krasak dan Mejobo yang limbahnya dibuang begitu saja ke Kali Pendo tanpa adanya pengelolaan atau IPAL,” jelasnya pada Kamis (16-08-2018).

TRENDING :  Travelling Jadi Kegiatan Edukatif Bagi Anak Palang Merah Remaja

Indriatmoko mengaku cukup kecewa, pasalnya pihaknya tidak mendapatkan laporan bahwa IPAL PG Rendeng pada tanggal 5 Augustus lalu mengalami kerusakan. “Padahal dalam dokumen UKL UPL sebenarnya sudah ada ketentuan untuk segera melapor. Hanya saja dari mereka belum memberikan penjelasan mengapa tidak segera melaporkan hal tersebut,” katanya.

Ditemui di kantor Dinas PKPLH, Rafi, Penanggungjawab IPAL PG Rendeng, mengaku jika sampai saat ini IPAL di pabriknya mengalami kerusakan, sehingga outlet air limbah dari PG Rendeng dipastikan tidak memenuhi standar baku mutu.

“Karena ini kerusakannya cukup parah sehingga kami memerlukan waktu cukup lama untuk melakukan perbaikan. Untuk mengurangi bau dan menetralkan pH dari limbah PG Rendeng, kami telah berupaya memberikan kaporit dan susu kapur pada limbah,” ujarnya.

TRENDING :  Inilah Sosok Ulama Cikal Bakal Desa Ngembalrejo

Saat ditanya terkait jangka waktu perbaikan IPAL yang dilakukan oleh PG Rendeng, Rafi mengaku belum bisa memastikan hal tersebut. Karena kejadian seperti ini merupakan kali pertama baginya dengan tingkat kerusakan yang cukup parah. “Kami akan secepatnya berupaya memaksimalkan perbaikan IPAL di PG Rendeng,” ujar Rafi.

Indriyatmoko mengungkapkan hingga kini pihaknya terus menekan PG Rendeng untuk segera melakukan perbaikan IPAL. Selain itu, pihaknya juga telah melakukan sosialisasi pengelolaan IPAL kepada pengusaha tahu di Desa Tumpang Krasak dan Mejobo. Hanya saja dalam kegiatan tersebut tidak ada satupun pengusaha tahu yang hadir.

“Akhirnya kami melakukan kunjungan lapangan ke pagusaha tahu di Mejobo dan Tumpang Krasak. Intinya kami siap membantu pengusaha tahu untuk pembuatan IPAL dengan syarat mereka harus memiliki badan hukum,” jelasnya.

TRENDING :  Prawoto Sebuah Peradaban Besar Pada Masanya

Imbuhnya, “Akan tetapi dari mereka mengeluhkan tidak adaya biaya untuk pengesahan badan hukum atas usahanya. Karena mereka belum memiliki badan hukum sehingga kami belum bisa memberikan sanksi. Sementara ini kami hanya bisa memberikan surat peringatan kepada para pengusaha tahu itu.”

Dalam rapat koordinasi klarifikasi temuan lapangan dugaan pencemaran oleh PG Rendeng ke Sungai Tumpang – Sungai Pendo yang digelar di Ruang Rapat, Dinas PKPLH pada Kamis (16-08-2018), tersebut dihadiri oleh PG Rendeng Camat mejobo, masyarakat yang terkena dampak, Kepala Desa Megawon, Lurah Mlatinorowito, Kepala Desa Mejobo. Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Jawa Tengah, Balai Besar Wilayah Sungai dan Dinas Pertanian Kudus. (NNC/WH).

KOMENTAR SEDULUR ISK :