TERDAKWA KASUS PENGANIAYAAN SISWA SMP N 1 TAMBAKROMO DIVONIS BERSALAH

TERDAKWA KASUS PENGANIAYAAN SISWA SMP N 1 TAMBAKROMO DIVONIS BERSALAH

Pati,isknews.com – (26/01) Sidang kasus dugaan penganiayaan siswa SMP Negeri 1 Tambakromo Pati, dengan terdakwa WS memasuki babak akhir. Senin (25/01), majelis hakim Pengadilan Negeri Pati membacakan vonis terhadap WS Guru seni dan budaya yang didakwa melakukan penganiayaan terhadap muridnya yang berinisial SP. dalam putusannya, majelis hakim menyatakan bahwa terdakwa Woro subekti divonis hukuman penjara selama 2 bulan dan denda satu juta rupiah.

vonis majelis lebih rendah dari tuntlputan jaksa yang mengiginkan terdakwa Woro Subekti dihukum enam bulan penjara.”Mengadili, menyatakan bahwa tersangka Woro Subekti telah terbukti dengan sah dan menyakinkan karena perbuatanya mengakibatkan luka pada pipi,bibir dan telinga korban SP, sehingga menjatuhkan pidana dengan penjara dua bulan dan denda satu juta rupiah. demikian kata ketua majelis hakim Haruno, saat membacakan putusanya.

TRENDING :  LAGI - LAGI WADUK SELOROMO GEMBONG MAKAN KORBAN

Dengan putusan tersebut jaksa penuntut Prayitno mengatakan,”Putusan itu akan saya koordinasikan dengan pimpinan, sekiranya nanti pimpinan menyatakan banding saya akan mengikuti kalau saya melihat secara fakta hukum yang terjadi dalam persidangan jelas bahwa terdakwa WS melanggar dari ketentuan dari pasal dakwaan, tetapi putusan majelis tidak sesuai dengan tututan jaksa, ketika putusan tidak mencapai dari lima puluh persen dari tutuntan jaksa maka kami punya hak untuk banding.”

TRENDING :  Munas Ke-Vl IPHI Kabupaten Pati Ajang Silahturahim Dan Pemilihan Pengurus Baru

Ruang sidang dipenuhi para pendukung kedua belah pihak, baik pihak terdakwa maupun korban. Perwakilan dari Pengurus PGRI dan perwakilan guru ikut hadir dalam sidang putusan tersebut mereka datang hanya sekedar memberikan dukungan moril kepada rekan sekerjanya.

Saat selesai putusan sidang sempat terjadi kericuhan karena ada salah satu oknum guru yang hadir dalam sidang meneriakan hidup PGRI hidup guru dan suasana menjadi memanas karena dari pihak keluarga korban tidak menerimakan teriakan itu.

TRENDING :  MENGAPA KITA DILARANG MENGOPERASIKAN HANDPHONE DISAAT MENGISI BAHAN BAKAR DI SPBU?

Menurut keluarga korban sebenarnya hal itu tidak pantas dilakukan seorang guru, guru yang seharusnya memberikan tauladan yang baik ternyata memberi contoh yang tidak pantas dilakukan didepan umum, apalagi saat sidang putusan tersebut pihak keluarga korban merasa tidak puas dengan putusan hakim.

Karena tidak puas dengan hasil putusan tersebut, keluarga korban langsung mendatangi kejaksaan negeri kabupaten Pati, dengan meminta agar kasus ini tidak berhenti dan keluarga korban juga minta kepada Kejaksaan Negeri untuk banding.(Wibawa)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post