Terganjal Peraturan Baru, Disbudpar Tak Bisa Gunakan Dana DBHCHT

oleh
Museum Fosil Patiayam, ISKNEWS.COM
Foto : Museum Fosil Patiayam, di Desa Terban, Kecamatan Jekulo yang tahun ini akan diperluas. (Darmanto Nugroho/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus memperoleh kucuran dana dari Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) Tahun Anggaran (TA) 2018, sebesar total Rp 7,852 miliar.

Namun karena adanya peraturan baru tentang penggunaan DBHCHT, dana yang dialokasikan antara lain untuk pengembangan sarana dan prasarana (sarpras) Museum Fosil Patiayam itu, tidak dapat dipergunakan.

Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan pada Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Kudus, Sutiyono, saat dihubungi isknews.com, Jumat (02-03 – 2018), membenarkan hal itu.

Menurut dia, dari sebanyak delapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Kabupaten Kudus yang mendapatkan alokasi dana DBHCHT pada TA 2018 ini, Disbudpar termasuk diantaranya.

“Besarnya dana DBHCHT yang diterima oleh Disbudpar Kabupatan Kudus, total Rp 7.852.020.000. Dari sejumlah itu, Rp 7.151.820.000 dialokasikan untuk pengembangan sarpras Museum Fosil Patiayam, sisanya untuk peningkatan pengelolaan UPTD Obyek Wisata Colo dan pembinaan kemampuan dan ketrampilan kerja masyarakat desa wisata lingkungan IHT, masing-masimg sebesar Rp 600.200.000 dan Rp 100.000.000.”

TRENDING :  Lebih Sehat Kolak atau Es Buah?

Namun dengan adanya peraturan baru yang dikeluarkan oleh pemerintah pusat, melalui Peraturan Menteri Keuangan (PMK) RI tentang penggunaan DBHCHT, lanjutnya, Disbudpar tidak dapat menggunakan dana tersebut. Dalam PMK RI No 22 Tahun 2017 itu, disebutkan, anggaran DBHCHT yang diaokasikan untuk kegiatan spesifik grant, dialihkan sebesar 50 persen untuk kegiatan di bidang kesehatan, termasuk diantaranya untuk mendukung jaminan kesehatan nasional.

TRENDING :  Nekat Pukuli Warga Dengan Besi, Dua Pemuda di Mejobo Diciduk Polisi

“Apakah dari 50 persen yang dialihkan itu, termasuk yang dianggarkan untuk Disbudpar? Yang jelas dari hasil rapat yang membahas mengenai DBHCHT, Inspektorat Kabupaten Kudus, tidak memperbolehkan DBHCHT digunakan untuk kegiatan spesifik grant mau pun blok grant.”

Pada TA 2018 ini, Disbudpar Kabupaten Kudus, mempunyai program untuk memperluas Museum Fosil Patiayam. Perluasan itu dengan cara membangun satu lagi gedung baru, letaknya satu tempat dengan museum yang berlokasi di Desa Terban, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus.

Tujuan penambahan bangunan fisik, karena masih memerlukan banyak ruangan untuk kebutuhan museum, serta fasilitas untuk pengunjung. Sedangkan museum yang ada sekarang ini, dinilai kurang memadai.

“Dengan luas yang hanya 600 persegi, lanjutnya, bangunan dua lantai Museum Fosil Patiyam yang sekarang ini, sudah tidak mamadai, sehingga baik penggunaan oleh pegelola museum maupun tampilan untuk pengunjung, kurang maksimal,” ujar Sutiyono.

TRENDING :  Gateball Srikandi Berhasil Tumbangkan Lawan

Terkait dengan rencana di atas, pihaknya sudah mengajukan anggaran ke pimpinan, sumber dananya dari alokasi DBHCHT yang setiap tahun diperoleh Disbudpar. Namun untuk TA 2018 ini, dana tersebut tidak dapat digunakan, karena terkendala PMK.

“Kami akan berusaha mengajukan anggaran dari sumber lain, apakah dari APBD Murni atau APBD Perubahan Kabupaten Kudus, TA 2018, agar rencana perluasan Museum Fosil Patiayam bisa tetap dilaksanakan,” pungkas Kabid Kebudayaan Disbudpar Kabupaten Kudus itu. (DM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :