Tergerus Oleh Zaman Mainan Kayu Sekarang Jarang Diminati

Kudus, isknews.com – Limbah kayu biasanya dibiarkan begitu saja bahkan tak jarang digunakan sebagai kayu bakar, tapi ditangan Sunardi (49), pria asal Dersalam Rt 05 Rw 01, Kecamatan Bae ini mampu menyulap kayu bekas (aval) menjadi sebuah mainan anak tradisional jenis truk kayu dan barongan yang mempunyai nilai jual.

Usaha yang ditekuni mulai tahun 1979 ini merupakan ajakan dari seorang rekannya yang telah menekuni industri pembuatan mobil-mobilan dari kayu sebenarnya tak juga membuatnya bergeming.

ank2“Sebenarnya ini ajakan teman, dulu saya seorang buruh bangunan dan tenaga serabutan yang biasa mencari pekerjaan pada proyek-proyek pemerintah di kota Kudus sebelumnya, awalnya saya juga sedikit ragu denga usaha tersebut,” jelasnya.

TRENDING :  Komisi Perlindungan Korupsi Dihujat Banyak Netizen

Dulu, dengan modal pinjaman sekitar Rp 300.000, Sunardi pun membeli sebuah mainan kayu untuk dibawa pulang ke rumahnya untuk diberikan anak dan keponakannya.

“Awalnya saya cuma beli lihat-lihat sepertinya saya mampu membuat seperti itu, saya yakin saja dengan ajakan teman, dan akhirnya sampai saat ini masih saya tekuni,”paparnya.

TRENDING :  Tebar Benih Dengan Paralayang di lereng Rahtawu

Dengan berkeliling jawa dulu Sunardi menjajakan mainan anak buatannya. Walaupun tidak lagi berkeliling untuk menjajakan dagangan, ditambah saingan dari mainan plastik yang membanjiri pasaran, penjualan mainannya tidak lantas mati suri. Meskipun tidak lagi sebanyak dahulu penjualannya tetapi permintaan mainan kayu buatannya masih terus ada dari hari ke hari.

TRENDING :  Game "Tahu Bulat Digoreng Dadakan" Lebih Ngetren Daripada Game COC

Dalam sehari, ia mengaku dapat menghasilkan 20 unit mobil kayu ukuran tanggung. Dibandrol mulai 20.000 dapat membawa pulang truk kayu.

“Kalau ditanya pendapatan saya tidak tahu, yang pasti dulu bisa kuliahkan anak saya”, ujarnya.

Meksipun mainan kayu ini tergerus oleh zaman, masih bisa kita temukan di even-even seperti Dandangan maupun Bulusan. (GP)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

You may also like...

Sorry - Comments are closed

TRENDING