Terima Bantuan Rehab Ruang Kelas, SD 5 Tanjungrejo Akan Diregruping

by

KUDUS, isknwews.com – Sekolah Dasar (SD) 5 Tanjungrejo, Kecamatan Jekulo, Kabupaten Kudus, menurut rencana, pada tahun ajaran 2015-2016 mendatang, akan diregruping atau digabung dengan SD 2 Tanjungrejo, dikarenakan jumlah peserta didik yang semakin menurun, yakni hanya tinggal 56 anak. Meskipun dengan penggabungan itu nantinya SD 5 Tanjungrejo akan ditutup, namun sekolah tersebut pada 2015 ini, masih menerima bantuan proyek dari pemerintah pusat, berupa rehab ruang kelas sebanyak 3 lokal, dengan beaya Rp 246.663.000.
Kepala SD 5 Tanjungrejo, saat akan ditemui isknews.com, Sabtu (31/10), sedang tidak ada di tempat. Menurut salah seorang guru senior, Sutriman, kepala sekolah sedang rapat bersama kepala SD lainnya, se Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kecamatan Jekulo.
Menjawab pertanyaan, mengenai rencana regruping (merger) SD 5 Tanjungrejo menjadi satu dengan SD 2 Tanjungrejo, Sutriman membenarkan, dan mengenai hal itu sudah ada surat resmi dari Kepala UPT Kecamatan Jekulo. Letak kedua sekolah itu memang bersebelahan, yakni di jalan raya desa Tanjungrejo, sisi sebelah barat.
SD 2 Tanjungrejo menghadap ke arah jalan raya, sementara SD 5 Tanjungrejo letaknya di sebelah utaranya, agak masuk ke dalam dan menghadap ke utara. Jadi dengan demikian letak SD 2 Tanjungrejo, berada di belakang SD 5 Tanjungrejo. Adanya rencana penggabungan itu, sudah tampak dengan dib uatkannya pintu tembus atau pintu butulan pada pagar tembok di belakang SD 5 Tanjungrejo, yang menjadi penghubung dua SD tersebut.
Sutriman juga membenarkan, kalau alasan penggabungan itu, karena jumlah peserta didiknya hanya tinggal 56 anak, terbagi enam kelas, dengan jumlah terkecil 4 anak, dan terbesar 12 anak. Jumlah peserta didik itu terus menurun dalam empat tahun terakhir ini. “Diakui atau tidak, menurunnya jumlah peserta didik di sekolah ini, akibat tidak mampu bersaing dengan sekolah madrasah, yang di Desa Tanjungrejo, jumlahnya semakin bertambah.”
Mengenai bantuan rehab ruang kelas, guru senior itu mengatakan pihak sekolah hanya tinggal menerina proyek yang sumber dananya dari APBN. Pada papan proyek yang terpasang di depan bangunan baru itu, tertulis bantuan rehab ruang kelas sebanyak 3 lokal, sumber dana APBN TA 2015, sebesar Rp 246.663.000, dikerjakan swakelola mulai 10 Oktober – 3 Nopember 2015. (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :