Terkait Perusakan Mangrove, Petambak Desa Keboromo Tanyakan Kinerja Pemkab dan Kepolisian

by
ISKNEWS.COM
Kuasa Hukum petambak Desa Keboromo, Kecamatan Tayu sedang menunjukkan areal konservasi Mangrove yang dialihfungsikan. (Ivan Nugraha/ISKNEWS.COM)

Pati, ISKNEWS.COM – Kawasan konservasi adalah kawasan lindung yang keberadaannya dilindungi undang-undang. Artinya, di kawasan tersebut tidak boleh dialihfungsikan selain untuk konservasi, sehingga jika ada kawasan konservasi Mangrove dijadikan tambak, maka hal itu merupakan tindak pidana. Demikian dikatakan Kuasa Hukum petani tambak Desa Keboromo, Darsono, Minggu (25-03-2018).

TRENDING :  Kera Dan Babi Hutan Penyebab Petani Rahtawu Gagal Panen

Ia menambahkan, laporan petani tambak Desa Keboromo, Kecamatan Tayu, Pati, terkait perusakan dan pengalihfungsian lahan konservasi Mangrove menjadi tambak ikan oleh Hardiyanto, dinilai sudah tepat. Namun Darsono menyayangkan dinas terkait dan kepolisian yang dinilai tidak serius menanggapi laporan tersebut.

ISKNEWS.COM
Kuasa Hukum petambak Desa Keboromo, Kecamatan Tayu sedang menunjukkan areal konservasi Mangrove yang dialihfungsikan. (Ivan Nugraha/ISKNEWS.COM)

“Kami sudah melapor tetapi laporan itu berhenti di level Polres, maka kami mempertanyakan kinerja Kapolres ini apa ? Bisa kerja apa tidak,” tegas Darsono.

TRENDING :  Menteri Susi Kunjungi Juwana Terkait Verifikasi Cantrang

Secara administrasi, imbuhnya, karena ini menjadi kawasan konservasi maka apa yang dilakukan Hardiyanto adalah pelanggaran hukum. Apalagi pelaku perusakan ini sudah tiga kali dipanggil berkaitan dengan tindakannya tersebut, tetapi tidak mengindahkan, seharusnya pemerintah bisa melakukan upaya paksa dengan melakukan penanaman Mangrove di lahan yang sudah dijadikan tambak ikan tersebut.

TRENDING :  Serap Rp 12 M Pembangunan Jalan Pasuruhan Lor – Jembatan Jati Kencing Sepanjang 1,2 Km

KOMENTAR SEDULUR ISK :