BSNP Belum Keluarkan Prosedur Operasional Standart Untuk UN Tahun Depan

oleh

Kudus, isknews.com – Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) hingga kini belum mengeluarkan secara resmi Prosedur Operasional Standart (POS) terkait Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tahun depan.

BSNP adalah lembaga mandiri, profesional, dan independen yang mengemban misi untuk mengembangkan, memantau pelaksanaan, dan mengevaluasi pelaksanaan Standar Nasional Pendidikan. Sedangkan untuk daftar nominasi sementara (DNS) bagi siswa peserta UN masih menunggu POS.

TRENDING :  Lima Kapal di Pelabuhan Juwana Ludes Terbakar Api

Hal itu dikatakan Dian Vitayani Winahyu, Kasubbag Perencanaan, Evaluasi dan Pelaporan pada Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Disdikpora) Kudus, saat ditemui isknews.com belum lama ini.

Dikatakan Dian, belum lama ini UNBK untuk tingkat SMP/MTs beberapa waktu lalu sudah dilakukan evaluasi dan persiapan bagi kepala SMP dan MTs. “Kemungkinan pada UNBK tahun depan akan ada tambahan sekolah yang melaksanakan UNBK secara mandiri khususnya adalah SMP negeri, Sedangkan untuk tingkat MTs, sebelumnya yang mengikuti UNBK hanya 17, besar kemungkinan tahun depan akan bertambah,” jelasnya

TRENDING :  Bupati : Pembangunan Infrastruktur Harus Disertai Pembangunan Sumberdaya Manusia Yang Terencana

Dibeberkan Dian, Dalam rapat dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan beberapa waktu lalu di Jakarta, juga dibahas pelaksanaan UN tahun depan. Hanya saja Dian tidak menjawab ketika ditanyakan terkait waktu pelaksanaan UN akan dimajukan dikarenakan pelaksanaan Pilkada serentak pada 2018.

TRENDING :  Ini Hasil Kontingen Kudus Pada Kompetisi Sains Madrasah 2017 Tingkat Jateng

Maju atau tidaknya pelaksaan UN adalah wewenang dari Kemendikbud, itu alasannya. Hal itu belum ada kepastian yang mendasar, oleh sebab itu, semuanya masih menunggu informasi lebih lanjut.

Hingga kini masih fokus pada simulasi UNBK, sebab sebelumnya simulasi untuk SMP juga sudah berlangsung dan terjadwal. Akan tetapi, untuk simulasi kedua masih menunggu informasi lebih lanjut. (AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :