Terminal Bus Induk Kudus Diambil Alih Pusat, 22 dari 48 Pegawai Mundur Dan Pilih Jadi PNS Daerah

Kudus, isknews.com – Terkait pengambilalihan pengelolaan Terminal Bus Induk Kudus oleh Pemerintah Pusat, sebanyak 22 dari 48 pegawai Terminal Bus Induk Kudus, mengundurkan diri dan memilih tetap menjadi PNS daerah. Sedangkan 16 pegawai, termasuk Kepala Terminal, Suwarno, ditarik oleh Pemerintah Pusat dan statusnya menjadi pegawai PNS pusat.

Kepala Terminal Bus Induk Kudus, Suwarno, yang dihubungi isknews.com, Kamis (11/8), membenarkan hal itu. Menurut dia, dengan diambil alihnya pengelolaan Terminal Bus Induk oleh Pemerintah Pusat, semua yang berhubungan denan terminal tersebut, menjadi urusan dan wewenang Pemerintah Pusat.

Hal itu menyangkut pengelolaan manajemen dan keuangan, aset berupa barang-barang inventaris dan fisik bangunan , tanah, serta pegawai terminal. ” Proses pengambilalihan pengelolaan Terminal Induk Kudus oleh pemerintah pusat, sudah selesai seluruhnya dan hanya menunggu serah terima.” ujar Suwarno.

Untuk yang menyangkut manajemen dan keuangan, ungkapnya lanjut, sudah tidak ada masalah dengan telah dilakukannya audit oleh Inspektorat dan Kejaksaan Negeri Kudus. Untuk bangunan fisik seluas 1.996 meter persegi yang terdiri perkantoran dan kios sebanyak 90 unit, serta tanah yang seluruhnya seluas 38.330 meter persegi, juga sudah dilakukan pendataan.

Baca Juga :  Tolak Digusur, Ratusan Tukang Becak Dan Ojek Wisata Masjid Menara dan TBK Kudus Gelar Demo

Sedangkan untuk pegawai, Pemerintah Pusat memberikan kebijakan dengan menawarkan memilih bergabung menjadi PNS pusat, atau tetap menjadi PNS daerah. Hasilnya, 22 pegawai memilih menjadi PNS daerah, sedangkan 16 pegawai memilih PNS pusat.

Konsekuensi menjadi PNS pusat, berdasarkan peraturan Badan Kepegawaian Nasional (BKN) Nomor 8 Tahun 2016, harus siap ditempatkan di mana saja, di seluruh Indonesia. Terutatama kepala terminal, jika dimutasi ke luar Jawa, ya harus siap. “Adanya kebijakan itu, pegawai yang tidak siap ditempatkan di mana saja, memilih mengundurkan diri, ” jelas Suwarno lagi.

Dia menambahkan, secara resmi, berdasarkan surat dari Kementrian Perhubungan RI, penyerahan pengelolan Terminal Bus Induk Kudus itu, akan dilaksanakan pada Oktober 2016 dan statusnya menjadi Terminal Tipe-A. “

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?