Ternyata ini Alasan mengapa setiap acara Lamaran Pengatin selalu ada ketan “ Gemblong “

by
Ketan Gemblong dibungkus daun pisang ditemani kue Apem dan Nogosari

Kudus,isknews.com – Gemblong adalah beras ketan yang ditanak kemudian ditumbuk hingga halus dan menyatu.Tekstur yang liat dan lunak sehingga harus dipotong pisau jika hendak menyantapnya.Ketan Gemblong ini umumnya diletakkan dalam sebuah baki atau nampan pada acara seserahan / lamaran.

Entah persisnya kapan ketan Gemblong digunakan sebagai piranti wajib pada setiap acara seserahan Lamaran jelang akad nikah.Bahkan di daerah Pantura Timur seperti Kudus menjadi sebuah tradisi ketika anak perempuan disunting oleh perjaka maka kemudian akan membagikan ketan Gemblong kepada tetangga.

“ Oh si Fulan sudah disunting ya “ begitu tanggapan tetangga ketika mendapat pembagian ketan Gemblong.Konon,berdasarkan tekstur ketan Gemblong mengandung filosofi yang dikaitkan dengan kondisi calon pengantin ke depan.Misalnya tekstur ketan lebih pulen diartikan calon pengantin berhati lembut dan jika sebaliknya calon pengantin dikiaskan pekerja keras.

TRENDING :  Kisah Mbah Sayu Berjualan Jajan Sudah 50 Tahun

Nah,tentu pada setiap daerah memiliki adat dan kebiasaan yang berbeda beda yang sering disebut dengan pepatah Jawa,” Deso mowo coro lan Kutho mowo toto “yang artinya di pedesaan punya adat istiadat yang berbeda dan kota memiliki aturan untuk ditegakkan sehingga timbul harmonisasi antara desa dan kota. (Mr)

KOMENTAR SEDULUR ISK :