Tersinggung Ucapan Oknum Satpol PP, Warga Mengadu ke Komisi A DPRD Kudus

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Warga RT 01 RW 05 Desa Gribig, Kecamatan Gebog, mengadukan oknum Satpol PP Kudus berinisial CK yang dianggap menyinggung warga, kepada Komisi A DPRD Kudus. CK dinilai telah menghina warga dengan perkataan ”Nek kere ra kelar mangan ancen do luru-luru” (Kalau miskin tidak kuat makan memang cari-cari masalah).

Ketua RT setempat Jumadi menceritakan, perkataan oknum Satpol PP tersebut dipicu dari pembongkaran sebagian bangunan poskamling yang dibangun dengan iuran warga.

”CK membangun rumahnya menjadi lantai dua, namun dalam pembangunan itu terhalang bangunan poskamling. Poskamling itu dikepras tanpa izin warga terlebih dulu. Hal itu membuat warga menjadi resah,” terangnya.

TRENDING :  Kayu Jati Glondong Disita di Mapolsek Dawe Kudus

Karena warga resah, Jumadi lantas berinisiatif mendatangi rumah CK untuk menanyakan maksud pengeprasan pos kamling tanpa izin tersebut. Namun, di luar dugaan CK justru mengeluarkan perkataan yang dianggap menyinggung warga.

” Nek kere ra kelar mangan ancen do luru-luru” (Kalau miskin tidak kuat makan memang cari-cari masalah). Jelas kami sangat tersinggung dengan kata-kata hinaan itu,” ujarnya.

CK akhirnya dilaporkan ke kepala desa dan kepolisian. Selain itu juga ditembuskan kepada Kepala Satpol PP Kudus. Dalam surat yang ditandatangani Kepala Desa Gribig Abdullah Rais disebutkan benar terjadi perusakan poskamling.

Disebutkan pula dua saksi mendengar ucapan yang dinilai menghina warga dari CK. Selain itu bangunan rumah milik CK juga dinyatakan menjorok ke jalan desa.

TRENDING :  Agar Lolos OTT KPK Belajarlah Dari Kudus

Jumadi menambahkan, sebenarnya CK sudah meminta maaf, namun warga tetap tidak menerimakan perkataan yang bersangkutan. ”Sudah terlambat minta maafnya, CK sudah sangat keterlaluan,” tuturnya.

Sekretaris Komisi A DPRD Kudus Sujarwo saat menemui perwakilan warga yang mengadu menyampaikan, sangat menyayangkan perkataan oknum Satpol PP tersebut. Apalagi status yang bersangkutan sebagai PNS dinilainya tidak dapat memberikan contoh baik bagi warga.

Sujarwo yang juga merupakan warga setempat berharap ada kesadaran dari CK, agar lebih harmonis lagi dengan masyarakat. ”Jangan sampai berstatus PNS tapi malah memberikan contoh buruk dan meresahkan warga,” tandasnya.

TRENDING :  Sudah Kuorum Tapi Rapat Pembentukan Susunan Alat Kelengkapan DPRD Kudus Tak Kunjung Dimulai, Ada Apa?

Terpisah Kepala Satpol PP Kudus Djati Solechah saat dihubungi ISKNEWS.COM, Selasa (19/09/2017) mengatakan, apa yang telah dilakukan CK merupakan tindakan dan tanggungjawab pribadi. Tidak ada hubungannya dengan institusi yang dipimpinya.

Meski begitu, dia mengaku telah melakukan teguran baik secara lisan maupun tertulis. Tak hanya itu, pihaknya juga telah memberikan pembinaan agar yang bersangkutan tidak mengulangi perbuatannya lagi.

”Yang bersangkutan sudah minta maaf ke warga, tapi mungkin karena warga sudah terlalu jengkel dengan perkataan dan perlakuan kesehariannya membuat warga tidak mau memberi maaf,” katanya. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :