Terus Berinovasi, Bupati Kudus Gagas Siswa Belajar Tanpa Buku

by

JAKARTA-Kepala daerah dituntut untuk terus berinovasi. Adanya berbagai gagasan kreatif akan sangat bermanfaat dan sangat memberikan berbagai kemudahan bagi masyarakat. Implementasi nyata terus dinantikan seluruh masyarakat di negeri ini.

Demikian pokok pikiran yang diangkat dalam seminar nasional yang berlangsung di Kantor Lembaga Administrasi Negara (LAN), Jakarta, Rabu (21/9). Seminar tersebut mengambil tema ”Kemitraan Strategis dalam Membangun Indonesia Inovatif”. Bupati Kudus H. Musthofa hadir sebagai salah satu pembicara dalam seminar tersebut.

Dalam paparannya, Pak Musthofa membuka dengan sebuah fisolofi yang ada di masyarakat Kudus. Yaitu gusjigang. Yang mengandung makna, perilaku baik (bagus), terus belajar (ngaji), dan pandai berwirausaha (dagang). Artinya, masyarakat Kudus memiliki jiwa bisnis dan terus berinovasi untuk membangun kondisi yang lebih baik.

TRENDING :  Amankan Peralatan Karaoke dan Miras Giat Cipta Kondisi Gabungan

Disampaikannya, ada empat sektor yang sudah dikembangkan dengan inovasi yang dilakukannya. Yaitu sektor pendidikan, sektor ekonomi, sektor sosial, dan sektor pelayanan publik. Selain itu, ada bagian lain yang sedang dikembangkan yaitu konsep Cyber City.

Untuk sektor pendidikan, dirinya telah mencanangkan wajib belajar 12 tahun. Artinya seluruh warga Kudus setidaknya harus lulus SMA atau sederajat. Bahkan, inovasi ini, kini didukung dengan pembebasan biaya di sekolah negeri dari SD hingga SMA/SMK. Termasuk pengembangan 14 SMK yang dibangun tanpa APBD.

KOMENTAR SEDULUR ISK :