Terus Berlanjut Regruping SDN di Kudus

oleh
ISKNEWS.COM

Kudus, isknews.com – Program regruping Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Kabupaten Kudus, terus berlanjut. Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen) Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olah Raga (Disdikpora) Kabupaten Kudus, Suharto, saat menghadiri acara sosialisasi proyek bantuan rehab sekolah dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri di Kabupaten Kudus. Kegiatan itu berlangsung di gedung pertemuan Garuda, SD 1 Dersalam, Kecamatan Bae, Kabupaten Kudus, Senin (30/10).

Menurut Suharto, program regruping itu dilaksanakan berdasarkan ketentuan yang dikeluarkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang ditetapkan sebagai Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 17 Tahun 2017, tentang Penerimaan Peserta Didik Baru Pada Taman Kanak-Kanak, Sekolah Dasar, Sekolah Menengah Pertama, Sekolah Menengah Atas, Sekolah Menengah Kejuruan, Atau Bentuk Lain Yang Sederajat. “Di dalam permendikbud itu, ketentuan mengenai rombongan belajar (rombel), diatur dalam Bab V.”

Diterangkan lebih lanjut mengenai persyaratan rombel, jumlah siswa sesuai standar, dalam setiap ruang kelas paling sedikit 20 anak dan paling banyak 28 anak, sedangkan untuk jumlah rombel untuk setiap SD paling sedikit empat rombel. Maka jika ada SD yang jumlah siswanya kurang dari 20 anak, atau jumlah rombelnya kurang dari 4 rombel, itu artinya belum memenuhi standar ketentuan Permendikbud “Dalam regruping ini, bukan hanya SD yang jumlah siswanya kurang dari standar yang ditetap Permendikbud yang akan ditata, melainkan juga SD yang kelebihan siswa, juga akan ditata, agar terjadi pemerataan.”

Kebijakan merger atau regruping sekolah dasar (SD) tersebut, tidak ada hubungannya dengan kualitas pendidikan, melainkan merupakan program Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan RI yang diberlakukan terhadap semua SD, tidak hanya di Kudus, melainkan di seluruh wilayah di Indonesia. “Terkait hal itu, semua Kepala UPTD Pendidikan Kecamatan di Kabupaten Kudus, diminta melakukan pendataan dan pemetaan tentang jumlah SD yang diusulkan untuk demerger,” tegas Kabid Dikdasmen Disdikpora Kabupaten Kudus itu. (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  Pagar SD VI Honggosoco Kudus Memprihatinkan