Tidak Ada Kata Maaf Untuk Pelaku Pencabulan Bocah 5 Tahun di Kudus

Tidak Ada Kata Maaf Untuk Pelaku Pencabulan Bocah 5 Tahun di Kudus

Kudus, isknews.com – Kasus dugaan pencabulan yang dilakukan S (50) kepada seorang bocah berusia lima tahun di Kecamatan Kaliwungu, Kudus kini mendapat perhatian serius dari beberapa pihak. Banyak masyarakat yang mendukung agar pelaku segera ditindak tegas, sebab tindakan pelecehan seksual tersebut dianggap sangat tidak manusiawi.

Salah satu dukungan datang dari aktifis perempuan Eny Mardiyanti. Dia turut hadir bersama kuasa hukum korban Tony Triyanto saat jumpa pers di sebuah rumah makan di bilangan jalan Masjid Agung Kudus, Senin (20/6).

Dia menceritakan, setelah kejadian memilukan itu orang tua korban mendatanginya untuk meminta bantuan mengawal kasus anaknya supaya secepatnya dilimpahkan ke pengadilan. Mereka ingin kasus anaknya bisa secepatnya diselesaikan dan pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal.

TRENDING :  Pelaku Dugaan Pelemparan Batu Ke Kereta Api Ditangkap Polsuska

“Tidak ada kata damai ataupun maaf untuk pelaku, yang diinginkan orang tuanya pelaku segera diadili dan diberi hukuman seberat-beratnya. Karena tindakannya itu sungguh sangat tidak manusiawi, telah menodai dan mengancam masa depan putrinya yang masih kecil,” katanya.

Eny menambahkan, dalam waktu dekat dirinya bersama kuasa hukum korban akan mengadakan audiensi dengan Kapolres dan Kasatreskrim Polres Kudus. Tujuannya mendesak secepatnya kasus ini dilimpahkan ke pengadilan untuk disidangkan. Sehingga pelaku dapat segera mendapatkan ganjaran atas tindakannya.

TRENDING :  Pelaku Curanmor dan Penipuan Mengaku Anggota TNI Diringkus Sat Resmob Polres Bojonegoro Bersama Resmob Polres Kudus

“Kami juga berencana mengirimkan surat dukungan kepada Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) di Jakarta, untuj bersedia ikut serta mengawal kasus ini. Kami berharap pelaku segera diadili dan dijerat dengan Pasal 81 UU No 35 Tahun 2014 Tentang Perlindungan Anak,” tuturnya.

Sementara itu Ketua Jaringan Perlindungan Perempuan dan Anak (JPPA) Kabupaten Kudus Noor Haniah saat dikonfirmasi permasalahan tersebut mengaku, hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan resmi dari korban. Meski begitu, katanya, dia sudah mendengar kabar dugaan pencabulan itu dari beberapa pihak.

TRENDING :  Antrean Pembayar Denda Tilang Di Kudus Membeludak

“Termasuk dari Mbak Eny kemarin, Senin (20/6), dikabari kalau ada jumpa pers kasus ini. Tapi tidak bisa hadir karena ada kesibukan lain. Rencananya besok kita akan koordinasikan lebih lanjut, dan kita pastikan akan ikut mengawal kasus ini hingga korban mendapatkan keadilan,” jelas Haniah. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post

Comments are closed.