Tidak Ada Pesantren Kilat, Siswa Tetap Isi Ramadhan dengan Kegiatan Keagamaan

oleh
Tidak Ada Pesantren Kilat, Siswa Tetap Isi Ramadhan dengan Kegiatan Keagamaan ISKNEWS.COM
Foto: Kegiatan keagamaan yang dilakukan MI Muhammadiyah Jati Kulon, Kudus, Selasa (05-06-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Setiap bulan Ramadhan, banyak sekolah yang menyelenggarakan kegiatan pesantren kilat. Namun, berbeda dengan tahun ini. Sejumlah sekolah di Kabupaten Kudus tidak mengadakan kegiatan pesantren kilat.

Hal ini dikarenakan ramadhan tahun ini berbarengan dengan pelaksanaan ujian kenaikan kelas dan penerimaan rapor. Sehingga beberapa sekolah meniadakan kegiatan pesantren kilat pada ramadhan tahun ini. Salah satunya adalah MI Muhammadiyah Jati Kulon.

“Berdasarkan kebijakan sekolah, tahun ini kami tidak menyelenggarakan pesantren kilat di Sekolah. Namun, kami akan mengirim siswa untuk mengikuti pesantren kilat di Pondok Muhammadiyah Kudus secara serentak se-kabupaten Kudus,” kata Kepala Sekolah MI Muhammadiyah Jati Kulon, Wachid Asrori, Selasa (05-06-2018).

TRENDING :  Siang Bolong Perampok Satroni Rumah di Ngemplak

Wachid, sapaan akrabnya, menegaskan meskipun sekolahnya tidak mengadakan pesantren kilat, namun siswa tetap diarahkan untuk tetap mengisi bulan ramadhan dengan kegiatan keagamaan.

Tidak Ada Pesantren Kilat, Siswa Tetap Isi Ramadhan dengan Kegiatan Keagamaan ISKNEWS.COM
Foto: Kegiatan keagamaan yang dilakukan MI Muhammadiyah Jati Kulon, Kudus, Selasa (05-06-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

“Saat ini, kegiatan belajar mengajar dan ujian kenaikan kelas telah selesai. Sehingga kegiatan sekolah bulan ini, diisi dengan kegiatan perbaikan nilai dan kegiatan keagamaan,” ucapnya.

Untuk kegiatan keagamaan yang dilaksanakan di MI Muhammadiyah Jati Kulon pada bulan ramadhan ini berupa tadarus bersama, hafalan surat pendek, salat dhuha berjamaah dan ceramah.

TRENDING :  Ramaikan RAINAS XI, Kudus Kirim 26 Duta Pramuka Terbaiknya

“Paginya, siswa akan mengikuti kegiatan tadarus bersama. Setelah itu, siswa menghafalkan surat-surat pendek dan menjalankan salat dhuha bersama. Untuk kelas 4 dan 5 melaksanakan salat dhuha di Masjid At Taqwa. Sedangkan siswa kelas 1-3 melaksanakannya di kelas masing-masing,” jelas Wachid.

Diungkapkannya, kegiatan keagamaan seperti ini, justru membuat siswa lebih antusias dalam menjalankan ibadah dan memperdalam ilmu agama di bulan ramadhan. Kegiatan keagamaan yang diselenggarakan di sekolah ini juga menjadi sarana untuk mengusir kejenuhan siswa.

TRENDING :  Bengkel Menulis, Gerakan Inspiratif Belajar Menulis SDN 7 Letta Bantaeng Sulsel

“Kalau menjalankan puasa di rumah dengan aktivitas yang monoton, siswa pastinya akan mengalami kejenuhan. Kalau bertemu teman dan mengikuti kegiatan keagamaan di sekolah, siswa akan lebih senang dalam menjalankan ibadah di bulan ramadhan,” katanya.

Untuk kegiatan pesantren kilat yang dilakukan di Pondok Pesantren Muhammadiyah Kudus, akan dilaksanakan selama dua hari, yakni tanggal 6 – 7 Juni 2018. Dari MI Muhammadiyah Jati Kulon akan mengirimkan 50 siswanya untuk mengikuti kegiatan tersebut. (NNC/WH).

KOMENTAR SEDULUR ISK :