Tiga Hari Tak Kelihatan, Warga Wergu Kulon Kudus Ditemukan Meninggal di Rumahnya

oleh
Foto: Tjiu (75), warga Werku Kulon ditemukan meninggal dunia di rumahnya, Jumat (25/05/2018). Diduga korban sudah meninggal sejak tiga hari yang lalu. (Mukhlisin/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Warga Kelurahan Wergu Kulon RT 03 RW 05, Kecamatan Kota, Kudus terpaksa mendobrak paksa pintu rumah Tjiu (75), yang berada di Jalan Johar Nomor 62, Jumat (25-05-2018).

Hal itu dilakukan lantaran warga sekitar curiga karena pemilik rumah tak kelihatan selama tiga hari terakhir. Setelah didobrak ternyata ditemukan Tjiu sudah dalam kondisi meninggal dunia terlentang di kamarnya.

Menurut keterangan Kasi Trantib Kelurahan Wergu Kulon Bambang Sumpeno, awalnya salah seorang warga mendatangi kantor kelurahan meminta mengecek rumah Tjiu karena tak kelihatan beberapa hari terakhir.

Bersama warga dan bhabinkamtibmas akhirnya dilakukan pengecekan dengan melakukan dobrak paksa pintu rumah milik Tjiu. “Pukul 10.00 WIB kita dobrak dan mendapati warga tersebut sudah meninggal dunia di kamarnya,” bebernya.

TRENDING :  100 Penyandang Disabilitas di Kudus Diperiksa
Foto: Tjiu (75), warga Werku Kulon ditemukan meninggal dunia di rumahnya, Jumat (25/05/2018). Diduga korban sudah meninggal sejak tiga hari yang lalu. (Mukhlisin/ISKNEWS.COM)

Kapolsek Kota AKP Moh Khoriul Naim yang mendapat laporan dari anggotanya mendatangi tempat kejadian perkara (TKP), bersama Tim Inafis Polres Kudus dan tim Puskesmas Wergu Wetan untuk melakukan olah TKP dan pemeriksaan.

Dijelaskan Naim, setelah dilakukan pemeriksaan dari Puskesmas Wergu Wetan yang dipimpin dr Puspitasari menyatakan, tidak ditemukan tanda kekerasan. Korban diperkirakan sudah meninggal dunia tiga hari yang lalu.

Untuk sementara jenazah diserahkan kepada Yayasan Dharma Kudus, sesuai permintaan dari pihak keluarga. “Korban ini memiliki keluarga yang berada di Bandung dan Lampung. Sesuai permintaan diminta untuk diserahkan kepada Yayasan Dharma Kudus,” ujarnya.

Sementara itu salah satu tetangga, Lukas Santoso (67) mengungkapkan, biasanya korban sering makan bersama di Gang 1, namun sejak tiga hari terakhir tidak kelihatan. Karena khawatir dia meminta temannya bernama Joni (55) untuk melapor kepada kelurahan setempat.

TRENDING :  Ditinggal Silaturahmi, Rumah di Dukuh Ngipik Terbakar Hebat

“Saya minta Joni lapor ke kelurahan untuk mengecek kondisi korban di dalam rumah karena dalam keadaan terkunci,” terangnya.

Diceritakan Lukas, korban memiliki istri dan anak namun memilih tinggal sendiri di Kudus. Istrinya tinggal bersama anaknya di Bandung. Sedangkan anak lainnya berada di Lampung. Semasa hidup korban selalu bilang akan tetap tinggal di Kudus, karena rumah yang ditinggali merupakan hasil jerih payahnya sendiri.

TRENDING :  Mengenal Surat Tilang BIRU

“Rumah yang ditinggali ini dulu pernah ditawar orang mau dibeli, namun karena harga yang dipatok terlalu tinggi jadi tidak ada yang berani beli,” imbuhnya.

Karena tak mau tinggal bersama keluarganya di Bandung, akhirnya dari sang anak selalu memberikan uang untuk kebutuhan sehari-sehari di Kudus. “Saya juga heran kenapa bisa memilih tinggal sendirian di Kudus padahal masih memiliki keluarga di Bandung,” pungkasnya. (MK/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :