03

Tim Penilai WTN Kebingungan Cari Jalan Berlubang di Kudus

KUDUS-Penilaian Wahana Tata Nugraha (WTN) merupakan penilaian tentang penataan lalu lintas di kawasan perkotaan. Didalamnya ada faktor partisipasi masyarakat yang sangat menunjang keberhasilan dalam lalu lintas dan transportasi ini.
Sedangkan tujuannya adalah meningkatkan penyelenggaraan transportasi dikawasan perkotaan yang handal, berkelanjutan dan menjamin kesamaan hak pengguna jalan. Serta meningkatkan peran serta masyarakat dalam disiplin berlalu-lintas sehingga dapat menurunkan tingkat kecelakaan lalu lintas.
Di Kabupaten Kudus, penilaian WTN tahun berlangsung selama dua hari, yaitu Rabu-Kamis (27-28/7). Tim penilai yang dipimpin oleh Mulyahadi, Kasubdit Keselamatan Ditjen Perhubungan Darat Kemenhub RI ini telah selesai melaksanakan penilaian di Kota Kretek ini. Bagaimana hasilnya?
Mulyahadi mengaku kesulitan dan kebingungan melihat kondisi jalan perkotaan di Kudus. Pasalnya, dirinya sangat sulit bahkan tidak menemukan mencari lobang di jalan. Kondisi jalan semuanya telah tertata dengan baik termasuk marka dan rambu-rambunya.
Saya benar-benar heran. Saya cari lobang di jalan kok tidak ada, papar Mulyahadi di hadapan Bupati Kudus dan peserta yang mengikuti paparan WTN di pendopo Kabupaten Kudus, Kamis (28/7).
Ditambahkannya, bahwa secara umum kondisi penataan lalu lintas di Kudus sudah bagus. Namun ada beberapa catatan dari hasil penilaian yang perlu disempurnakan agar lebih baik lagi dalam menata lalu lintas dan transportasi di kota yang berpenduduk 821 ribu jiwa ini.
Sementara itu, Bupati Kudus H. Musthofa mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur jalan yang baik termasuk dalam salah satu misinya. Yaitu untuk membangun insfrastruktur yang berkelanjutan. Apalagi Kudus berada di jalur pantura (Daendels) yang merupakan jalur utama di Pulau Jawa.
Kami membangun dengan pola kepung desa kuasai kota. Artinya kami menata infratruktur ini dimulai dari desa secara menyeluruh hingga ke kota, papar Bupati Kudus.
Jadi tidaklah mengherankan kalau di Kudus semua jalan dalam kondisi mulus. Termasuk zona selamat sekolah (ZoSS) juga telah ada di berbagai sekolah. Terutama yang langsung mengakses ke jalan raya. Hal ini penting bagi keselamatan anak sekolah ketika jam masuk dan pulang.
Saya minta masyarakat bisa memahami ini. Karena semuanya untuk kepentingan keselamatan bersama, tambahnya.
Bupati juga mengatakan bahwa pihaknya tidak bisa bekerja sendiri. Melainkan adanya sinergi dengan insititusi lain, seperti kepolisian. Namun demikian, dirinya sangat mengharapkan peran serta dan partisipasi yang baik dari seluruh elemen masyarakat khususnya para pengguna jalan.
Kudus ini bukan hanya milik Pemda atau Bupati, tetapi milik kita bersama. Maka saya mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun Kudus salah satunya pada bidang transportasi dan lalu lintas ini, pungkasnya.(rg)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?
Baca Juga :  Lintasan Kereta Api Semarang – Demak – Joana Sebagai Jalur Distribusi Pada Pemerintahan Hindia Belanda