Tingkatkan Literasi Baca, Kudus Berencana Bangun Perpustakaan Terbuka

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM  – Bupati Kudus HM Tamzil didampingi Wakil Bupati HM Hartopo dan segenap OPD dan pihak terkait berkesempatan langsung menerima kunjungan kerja Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dr. H. Abdul Fikri Faqih di Command Center Diskominfo Kompleks Pendapa Kudus pada Jumat (8/3/2019).

Dalam rangka kunjungan spesifik bidang perpustakaan, Lawatannya tersebut didampingi Sekretaris Utama Perpustakaan Nasional RI Drs. Sri Sumekar dan Dinas Arpus Provinsi Jawa tengah.

Bupati HM Tamzil mendukung penuh program pemerintah pusat dalam pengembangan perpustakaan sebagai sarana meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia, karena menurutnya buku adalah jendela dunia.

TRENDING :  Dandangan Sudah Dimulai, Pedagang Memasang Stand Sejak Sore Kemarin

Dirinya juga mengungkapkan, akan membangun parpustakaan terbuka yang terpusat dalam satu kompleks dengan sarana pendidikan mulai tingkat PAUD hingga perguruan tinggi. Yang rencananya akan dibangun 5 lantai di Purwosari Kecamatan Kota. Menurut rencana akan di ajukan ke pemerintah pusat tahun depan.

“Saya berharap usulan membangun perpustakaan terbuka dapat disetujui pemerintah pusat, karena sejalan dengan program kami yaitu menjadikan Kudus sebagai pusat pendidikan di Pantura timur,” ujar Bupati.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Dr. H. Abdul Fikri Faqih, MM mengatakan Kunjungan ini dalam rangka menyamakan persepsi tentang perpustakaan antara semua pemangku kepentingan yang ada.

TRENDING :  Bule Cantik Berikan Motivasi Belajar Bahasa Inggris di SMK N 2 Kudus

Dirinya juga menekankan dalam kunjungan kerja kali ini merupakan amanat untuk mencerdaskan bangsa melalui budaya membaca. “Perpustakaan merupakan sumber baca sebagai wahana belajar sepanjang hayat, sehingga akan kita galakkan demi mencerdaskan kehidupan bangsa,” ujarnya

Dirinya juga menambahkan, berdasarkan studi “Most Littered Nation In the World” yang dilakukan oleh Central Connecticut State Univesity pada 2016 lalu, Indonesia dinyatakan menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara soal minat membaca. Indonesia persis berada di bawah Thailand (59) dan di atas Bostwana (61).

TRENDING :  Warga Ngembalrejo Kudus Keluhkan Limbah Tahu

Oleh sebab itu, sebagai tindak lanjut meningkatkan minat membaca, dirinya mengakui tak lepas dari sarana dan prasarana untuk menunjangnya. Untuk itu dirinya beserta komisi X DPR RI terus berupaya mengumpulkan informasi dari segala unsur kepentingan yang ada untuk memperoleh gambaran tentang UU perpustakaan kedepan.

“Tujuan dari kunjungan kerja ini sebagai pengawasan dan kontrol pelaksanaan program minat baca masyarakat yang mengawatirkan di Indonesia, sehingga kedepan minat baca di Indonesia dapat meningkat.” Pungkasnya (AJ/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :