Tingkatkan Literasi Sastra di Sekolah, 4 Penyair Ini Berbagi Ilmu dan Buku Gratis

Tingkatkan Literasi Sastra di Sekolah, 4 Penyair Ini Berbagi Ilmu dan Buku Gratis

Kudus, isknews.com – SMPN 3 Satu Atap, Gebog menjadi tempat perdana dari rangkaian lawatan kegiatan diskusi dan baca puisi keliling sekolah se-eks karesidenan Pati, dalam rangka menyambut hari puisi Indonesia 2017.

Acara yang dimulai dari pagi (08.00) hingga siang (12.00) tersebut berlangsung lancar dan sukses. Sekitar 100 siswa-siswi mengikuti acara sampai selesai. Menariknya, panggung baca puisi dibuat oleh para siswa-siswi sendiri. Hal itu disampaikan Asa Jatmiko saat ditemui isknews.com usai acara, Sabtu (29/7/2017).

Acara dibuka langsung oleh Jarot, kepala sekolah SMPN 3 Satu Atap Gebog, yang diawali dengan baca puisi berjudul “Doa”. Kemudian dilanjutkan pembacaan puisi oleh para siswa-siswi guna membangun karakter pelajar lewat literasi sastra.

TRENDING :  PAC Fatayat NU Kecamatan Bae Santuni Anak Yatim Piatu & Pertemuan Triwulan

Pantauan isknews.com dilokasi, sekitar 10 siswa secara bergiliran tampil membaca puisi. Sebagian ada yang membaca karya penyair Chairil Anwar, Taufik Ismail dan Ahmadun Yosi Herfanda. Sebagian lainnya puisi karya mereka sendiri. Seperti Selli, dengan puisi “Lautku Kini”, kemudian Rozak dengan karyanya “Doaku kepada Kekasih”.

Sementara beberapa guru juga tampil membaca puisi, termasuk Sugiarto, kemudian guru-guru lainnya.

Disela acara ada saja penampilan para siswa-siswi membuat rekan-rekannya yang menonton tertawa, ada juga yang terpesona seperti ketika Novita membacakan puisinya. Suasana menjadi hening.

TRENDING :  Kudus sebagai Kota Santri-Saudagar

Masuk ke acara berikutnya, diisi tanya-jawab antara siswa dan empat penyair (Arif Khilwa, Aloeth Pati, Asyari Muhammad dan Asa Jatmiko) dibantu moderator Soni, alumni Fakultas Sastra UNDIP.

Suasana semakin semarak, dengan adanya doorprise buku-buku puisi yang sengaja dibawa oleh masing-masing penyair untuk diberikan gratis kepada mereka. Tak ketinggalan buku puisi “Tak Retak” Asa Jatmiko.

Tidak lengkap jika penyair datang tidak tampil membaca puisi-puisinya. Maka di sesi terakhir, empat penyair tampil membacakan puisinya masing-masing.

TRENDING :  Buka Bersama Pebonsai Kudus Sebagai Ajang Silaturahmi

Pembacaan puisi para penyair yang masing-masing memiliki keunikan, menjadi daya tarik para siswa-siswi menikmati pertunjukan. Seperti halnya siswa Amri khoirul anam kelas VII dan Fenny siswi kelas IX, mereka sangat antusias dan senang bisa mendapatkan ilmu tentang puisi dan sastra, katanya saat ditemui isknews.com disela-sela acara.

Dikatakan mas Asa Jatmiko, guna meningkatkan literasi sastra dikalangan pelajar, “Pembacaan puisi oleh mereka juga diharapkan dapat menjadi pengalaman baru, tambahan referensi, bagaimana pembacaan puisi yang baik sekaligus menarik.” pungkasnya (AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post

Comments are closed.