Tingkatkan Produktifitas Jagung Berkelanjutan dengan Metode PTT

oleh
Foto: Kegiatan Sekolah Lapangan Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) di Desa Bulung Kulon. (Istimewa/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Pengelolaan Tanaman Terpadu (PTT) merupakan model atau pendekatan dalam budi daya yang mengutamakan pengelolaan tanaman, lahan, air, dan organisme pengganggu tanaman (OPT) secara terpadu dan bersifat spesifik lokasi.

Kegiatan PTT kini banyak digalakan, karena terbukti dapat meningkatkan produktivitas lahan dan tanaman. Salah satu kegiatan PTT yang sedang populer di Kabupaten Kudus adalah PTT Jagung.

Penggalakan kegiatan PTT jagung ini, bertujuan untuk mempertahankan atau meningkatkan produktivitas dan efisiensi produksi tanaman jagung secara berkelanjutan. Pengembangan PTT di suatu daerah senantiasa memperhatikan kondisi sumber daya setempat, sehingga teknologi yang diterapkan di suatu lokasi dapat berbeda dengan lokasi yang lain.

Dengan demikian, teknologi yang diterapkan dengan pendekatan PTT ini bersifat sinergistik dan spesifik lokasi.

PTT jagung ini mejadi bagian dari upaya peningkatan produktifitas jagung di Kabupaten Kudus. Diungkapkan oleh Dinas Pertanian dan Pangan (Dispertanpangan) Pemkab Kudus melalui Bidang Tanaman Pangan dan Perkebunan melakukan Sekolah Lapang Pengelolaan Tanaman Terpadu (SLPTT) Jagung di Desa Bulung Kulon Kecamatan Jekulo, pekan lalu.

TRENDING :  Kesabaran Membimbing Disabilitas Netra ( mata )

Pemilihan lokasi ini dikarenakan dua kelompok tani Bulung Kulon yakni “Berasan” dan “Jalak Sapokal” mendapatkan bantuan benih jagung hibrida dan kedelai.

Berdasarkan konsisi sumber daya setempat, komponen teknologi yang dapat dikembangkan dalam PTT jagung antara lain varietas unggul, benih bermutu, penyiapan lahan hemat tenaga, populasi tanaman optimal, pemupukan yang efisien, pengendalian OPT dengan mengutamakan aspek kelestarian lingkungan, pengelolaan panen dan pasca panen yang sesuai dengan kondisi sosial-ekonomi masyarakat.

Dalam kegiatan SLPTT Jagung yang ada di Bulung Kulon, Koordinator BPP Kecamatan Jekulo, Hardjono dan POPT Kecamatan Jekulo, Sutarman dipercaya sebagai narasumber. Dalam kegiatan tersebut, Arin Nikmah STP, Plt Kabid Tanaman Pangan dan Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, mengatakan bahwa desa Bulungkulon Kecamatan Jekulo dipilih menjadi lokasi kegiatan jagung APBN seluas 75 hektar. Selain jagung, Desa itu juga dipercaya sebagai lokasi kegiatan Kedelai dengan sistem pethuk.

TRENDING :  Merasa Didiskriminasi Penyandang Tuna Netra Lakukan Aksi

“Untuk Poktan Berasan luasnya 25 hektar dan poktan Jalak Sapokal 50 hektar,” ungkap Arin Nikmah.
Pada SLPTT ini, Dinas Pertanian dan Pangan Kudus mendapatkan sebuah keluhan semakin menurunnya tenaga tani untuk pelaksanaan kegiatan jagung dan kedelai.

“Tenaga tani sekarang makin berkurang. Karena itu kami mohon solusi dari dinas untuk suksesnya program kegiatan penanaman jagung,” ucap Sukimin ketua poktan berasan.

Hal senada juga disampaikan Ruslan, ketua Poktan Jalak Sapokal. Oleh karena itu, poktan berharap adanya bantuan peralatan atau mesin sehingga program kegiatan penanaman jagung bisa dilaksanakan sesuai jadwal.

TRENDING :  Gelar Pengobatan Gratis Jelang Puasa

Menanggapi hal ini, Arin Nikmah menyampaikan bahwa poktan bisa mengajukan peminjaman alat pertanian ke brigade alsintan Dinas Pertanian dan Pangan Kudus.

“Bapak-bapak melalui surat resmi Poktan bisa mengajukan peminjaman alsintan untuk pengolahan lahan. Seperti traktor R2 dan lainnya. Sedangkan untuk alat penanaman, bisa membeli dipasaran. Harganya sekitar Rp 450 ribuan. Kami memahami bila tenaga para tanam makin berkurang, oleh karena itu Pak Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kudus, Bapak Catur Sulistiyanto membentuk brigade Alsintan,” terang alumni IPB Bogor itu.

Dalam kegiatan SLPTT Jagung ini para petani juga diajak untuk menggunakan pupuk organik dalam pelaksanaan penanaman jagung dan kedelai. Sebab, saat ini kondisi tanah pertanian kesuburan semakin berkurang karena banyaknya pemakaian pupuk kimia. (NNC/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :