KH. Supriyono Sayangkan Pembuktian Pelanggaran Pemilu Oleh Lembaga Kredibel Diabaikan

oleh
KH Supriyono pengelola Pondok Pesantren Nashrul Ummah yang berada di Desa Mejobo Kecamatan Mejobo Kudus (Foto: istimewa)

Kudus, isknews.com – Sejumlah tokoh Islam di Kabupaten Kudus dengan tegas menolak segala ajakan People Power untuk penggulingan pemerintahan yang sah. Seperti yang disampaikan salah satu tokoh agama Kabupaten Kudus KH. Supriyono, S.Pdi., M.M.

“Kita masyarakat disini sungguh sangat menolak bermacam politik untuk menggulingkan pemerintah. Jadi kita tolak mentah-mentah saja,” ucapnya.

Menurutnya, pemerintahan yang sah tidak bisa digoyang hanya karena pihak yang tak sejalan kalah dalam Pemilu. “Kalau mengoyang berarti melanggar hukum. Kalau sudah begitu, ada aturan mainnya. Jadi masyarakat jangan mudah terprovokasi oleh kepentingan politik belaka,” ucapnya saat ketika ditemui di kediamannya di Desa Mejobo Kudus.

TRENDING :  Peringati HUT Bhayangkara ke 71, Polres Kudus "Pamerkan" Keahlian Bela Diri
TRENDING :  Diminta Konsentrasi Pada Ibadah 72 Calon Haji di Lingkungan Disdikpora Kudus

Dirinya dikenal dalam setiap ceramahnya begitu menyejukkan hati jamaah yang mengikuti pengajian sang guru. Untuk itu, dia tak ingin bangsa ini terpecah belah akibat kepentingan politik yang hanya urusan duniawi.

Di samping berdakwah, KH Supriyono juga mengelola Pondok Pesantren Nashrul Ummah yang berada di Desa Mejobo Kecamatan Mejobo Kudus.

TRENDING :  Selama Ramadan Razia Pekat Akan Rutin Digelar

Ditambahkan, dirinya menyayangkan jika pembuktian pelanggaran Pemilu melalui lembaga yang kredibel diabaikan dan tidak dianggap sama sekali. “Lalu apa yang mau jadi harapan politik, selain keinginan melakukan anarkisme,” pungkasnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :