Tolak Kepengurusan Bentukan Dinas, PKL Balai Jagong Gerudug Dinas Perdagangan Kudus

oleh

Kudus, isknews.com – Sejumlah Pedagang Kaki Lima (PKL) yang beroperasi di wilayah selatan atau di arena Balai Jagong Sprt Center, pagi tadi menggerudug Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kudus, mereka meminta dualisme kepengurusan yang terjadi pada Paguyuban Pedagang Kaki Lima (PKL) Balai Jagong agar di lebur menjadi satu paguyuban saja.

Puluhan pedagang itu mendatangi Kantor Dinas Perdagangan yang berada di Kompleks Perkantoran Mejobo kemudian di terima oleh Kabid PKL Dinas Perdagangan, Sofyan Dhuri, dan tujuh orang perwakilan mereka beraudiensi serta melakukan negosiasi di sebuah ruang pertemuan di Dinas tersebut.

Menurut perwakilan PKL Balai Jangong, Tri Setyatmoko, dia bersama dengan sekitar 200 pedagang telah mendiami tempat sejak 2016 di Kompleks Balai Jagong atau Sport Center.

TRENDING :  Tak Seperti Biasa Pasar Winong Kidul Dijejali Pembeli, Ada Apa?

Tri Setyatmoko, sekertaris PKL Balai Jagong mengaku pihaknya tidak diajak musyawarah dalam penyusunan pengurus paguyuban PKL Balai Jagong oleh Dinas Perdagangan. Dia menuduh, penyusunan pengurus ini erat kaitannya dengan kepentingan tertentu.

“Tiba-tiba saja muncul struktur kepengurusan baru itu, yang disahkan oleh Disdagsar. Dengan adanya surat keputusan tersebut, kini para PKL dari depan (GOR) bersikap seenaknya kepada kami (PKL Balai Jagong). Karena itulah, kami datang ke sini untuk klarifikasi dan meminta solusi terkait permasalahan ini,” jelasnya, Senin (25/02/2019).

Sejumlah PKL Balau Jagong Gerudug Dinas Perdagangan protes kepengurusan ganda bentukan Dinas Perdagangan (Foto: YM)

Diceritakannya, semenjak ada wacara relokasi PKL GOR ke Balai Jagong. Dia mengaku pihaknya sudah merangkul PKL GOR untuk pindah ke Balai Jagong dan melakukan penataan lapak di sana. Akan tetapi, pihaknya merasa PKL GOR justru seenaknya menggelar lapak dan berdagang di areanya.

TRENDING :  120 Pedagang Terminal Colo Direlokasi

“Kami menolak kepengurusan yang di buat oleh Disdag dan Disdag harus menyetujui susunan kepengurusan yang kami sodorkan,” ungkapnya.

Tak hanya itu, para pengunjuk rasa juga mengharap agar pihak dinas juga menertibkan para pedagang yang berjualan di zona larangan seperti di bawah Video tron di sekitar GOR Bung Karno dan taman Wergu Wetan serta menertibkan PKL yang tidak berjualan sesuai nomor lapak dan kelompok jenis usahanya.

Sementara itu, Sofyan Duri, Kabid PKL Disdagsar menegaskan bahwa sebelumnya pihaknya telah melakukan koordinasi dengan Ketua Paguyuban PKL GOR dan Balai Jagong.

“Saya sudah meminta Faiz (Ketua Paguyuban PKL GOR) dan Nur Santoso (Ketua Paguyuban PKL Balai Jagong) untuk membentuk struktur organisasi paguyuban mereka. Karena Faiz sudah terlebih dahulu menyelesaikannya. Maka kami mensahkan struktur organisasi yang dibuatnya untuk sementara waktu,” tegas dia.

TRENDING :  Car Free Day Sebagai Sarana Ekspresikan Diri

Dia tidak menampik, bahwa sebenarnya hal ini bukan sebuah polemik yang serius. Menurutnya, permasalahan ini mencuat akibat campur tangan pihak-pihak tertentu, demi mengejar suatu kepentingan.

“Antar kedua ketua paguyuban sebenarnya tidak memiliki permasalahan. Hanya saja mereka diprofokasi oleh pihak-pihak tertentu demi suatu kepentingan. Hingga timbulah permasalan seperti ini,” ujarnya.

Imbuhnya, “Dalan waktu satu minggu ini, saya beri kesempatan kedua belah pihak untuk kembali membentuk struktur paguyuban. Untuk sementara waktu Faiz dan Susanto menjabat sebagai Pelaksana Tugas Plt. Untuk penetapan ketuanya nanti, akan didiskusikan atau dipilih secara voting,” tandasnya.

Diungkapkannya, saat ini jumlah PKL di kawasan Balai Jagong ada sekitar 235 pedagang. Dimana 24 pedagang pindahan dari GOR. Sementara 212 pedagang lainnya adalah PKL yang telah lama berjualan di Balai Jagong. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :