Tolak Radikalisme Dengan Agama dan Budaya

oleh

Kudus, isknews.com – Kegiatan keagamaan bersama warga yang dilaksanakan di Desa Kandangmas Kecamatan Dawe Kabupaten Kudus, merupakan kegiatan non fisik dalam TMMD Reguler Ke-98 TA.2017 di wilayah Kodim 0722 Kudus, Jum’at malam (21/04).

Kegiatan keagamaan tersebut dibuka oleh Kepala Desa Kandangmas H.Sofwan yang didampingi Modin Desa setempat menyampaikan materi tentang budaya dan agama di Indonesia. Hubungan antara manusia dengan kebudayaan dapat dilihat dari kedudukan manusia tersebut terhadap kebudayaan. Manusia mempunyai empat kedudukan terhadap kebudayaan yakni sebagai penganut kebudayaan, pembawa kebudayaan dan manipulator kebudayaan serta pencipta kebudayaan.

TRENDING :  Pengecoran Jalan TMMD Sengkuyung II Sudah 80 Persen

Menurut Modin Kandangmas, mengatakan “Hubungan antara kebudayaan, agama, dan adat istiadat dalam pelaksanaan di kehidupan manusia dapat dijelaskan dengan sederhana yaitu, manusia sebagai makhluk sosial dalam kehidupannya yang dapat dipengaruhi oleh unsur-unsur kebudayaan, agama, dan adat istiadat di daerah atau lingkungan tempat dia tinggal. Seperti saat dia berbicara atau melakukan suatu kegiatan, misalnya makan, minum dan juga saat dia berjalan. Dalam pelaksanaan kegiatan beragama tidak bisa dihindarkan dari unsur-unsur di atas.” Katanya.

TRENDING :  Program pengecoran Jalan TMMD Sengkuyung

Sementara H. Sofwan menuturkan “Dengan membiasakan diri kita mengenal kebudayaan, agama, dan adat istiadat sejak kecil, maka kita dapat langsung bersosialisasi dengan lingkungan sekitar kita saat kita beranjak dewasa. Dan kita akan berfikir berulang-ulang ketika ada kebudayaan, agama, dan adat istiadat baru yang muncul di sekitar atau lingkungan kita. Sehingga hal itu tidak sampai menjadi punah termakan zaman.” jelasnya.

TRENDING :  Pembangunan Jambanisasi Sebagai Wujud Kesehatan dan Kebersihan Lingkungan

Serda Supriyono mengungkapkan “Perwujudan Kebudayaan dan keseluruhan ide, gagasan, nilai, norma, peraturan, dan sebagainya yang berfungsi mengatur, mengendalikan, dan memberi arah pada kelakuan dan perbuatan manusia dalam masyarakat, yang disebut “adat tata kelakuan. Keseluruhan aktivitas dari manusia dalam masyarakat, yang disebut Sistem Sosial. Sistem Sosial terdiri dari rangkaian aktivitas manusia dalam masyarakat yang selalu mengikuti pola-pola tertentu berdasarkan adat tata kelakuan, misalnya gotong-royong dan kerja sama.” Ungkapnya. (Wh)

KOMENTAR SEDULUR ISK :