Kota Kudus Dinobatkan Sebagai Kota “Surganya PKL”

oleh
ISKNEWS.COM
Bupati Kudus bersama para PKL

Kudus, ISKNEWS.COM – PKL merupakan pedagang kaki lima yang sering menjajakan dagangan mereka di pinggir-pinggir jalan, terutama saat ada event di dalam Kota atau di tempat lain. PKL di kota Kudus biasanya bisa ditemukan di area Simpang 7 Alun-alun Kudus.

Pelayanan merupakan unsur penting dalam menjalankan sebuah usaha. Tak terkecuali bagi para Pedagang Kaki Lima, pelayanan yang diberikan kepada para pelanggannya sama pentingnya dengan pelayanan yang dilakukan oleh sebuah perusahaan besar. Dengan pelayanan yang baik, maka pelanggan akan tertarik untuk datang kembali di lain kesempatan.

Di Kabupaten Kudus, jumlah Pedagang Kaki Lima relatif meningkat. Terhitung total Pedagang Kaki Lima sebanyak 3535 orang, diantaranya 2382 orang Pedagang Kaki Lima Umum, dan 1153 orang Pedagang Kaki Lima sekolah. Rintisan desa wisata 19, yang ber SK rintisan 15,yang ber SK Desa Wisata 1, yang belum ber SK 3.

TRENDING :  Dicansel DPRD Rehab Lanjutan Drainase Dipastikan Batal

Bupati Kudus, H. Musthofa menetapkan 5 Januari sebagai hari Pedagang Kaki Lima (PKL) Kota Kudus, saat membagikan gerobak gratis kepada para Pedagang Kaki Lima (5/1). Termasuk PKL sekolah yang setiap harinya ‘mangkal’ di berbagai sekolah di Kudus.

Para Pedagang Kaki Lima mengaku sangat senang, karena mereka mendapatkan ‘hari istimewa’ dan pembagian gerobak secara gratis. Pedagang Kaki Lima juga mendapatkan legalitas untuk berjualan. Sehingga mereka bisa merasa tenang dan nyaman dalam mencari nafkah. Namun demikian, regulasi dan ketentuan yang ditetapkan oleh pemkab juga harus ditaati. Seperti aturan mengenai waktu dan tempat berjualan. Serta kebersihan, keindahan kota, dan tidak mengganggu lalu lintas.

TRENDING :  Penderita Gagal Ginjal Harus Lakukan Diet

H. Musthofa berpendapat bahwa, Pedagang Kaki Lima merupakan pilar ekonomi kerakyatan yang sesunggunya. Ketika di daerah lain Pedagang Kaki Lima selalu dipinggirkan, namun tidak begitu halnya di Kudus. Pedagang Kaki Lima seolah mendapatkan surga untuk mengais rezeki di kabupaten terkecil di Jawa Tengah ini.

Bupati meyakini bahwa para pelaku ekonomi mikro dan kecil ini merupakan orang-orang yang jujur. Mereka memiliki moral yang baik terhadap tanggung jawab dan kewajibannya. Terbukti, meski banyak Pedagang Kaki Lima, Kudus tahun ini berhasil meraih adipura yang merupakan bukti nyata peran serta Pedagang Kaki Lima dan masyarakat Kudus dalam menjaga kebersihan kota.

TRENDING :  Permadani Kudus Turut Andil Lestarikan Budaya & Nilai Luhur Kepribadian Bangsa Indonesia

Adanya peningkatan jumlah Pedagang Kaki Lima, Bupati Kudus semakin bersemangat memberdayakan ekonomi kerakyatan. Dirinya bertekad meningkatkan produktivitas para pelaku ekonomi kecil dan mikro untuk peningkatan kesejahteraan. Yang secara otomatis akan berimbas pada menurunnya angka kemiskinan secara luas.

Berawal dari itulah dirinya menggagas ide cerdas dengan adanya kredit usaha produktif (KUP). Semua pelaku usaha kecil dan mikro (termasuk Pedagang Kaki Lima) yang jelas usaha dan omzetnya namun terkendala bank, bisa mengajukan KUP ini yang merupakan kredit tanpa jaminan dengan bunga ringan. Harapannya hanya satu, masyarakat Kudus semakin sejahtera.

KOMENTAR SEDULUR ISK :