Tower Sarpras Air Bersih Di Ngembal Kulon Kudus Didirikan Di Tempat Penampungan Sampah

Tower Sarpras Air Bersih Di Ngembal Kulon Kudus Didirikan Di Tempat Penampungan Sampah

Kudus, isknews.com – Idealnya, bangunan sarana dan prasarana (sarpras) air bersih, didirikan di atas tanah dan lingkungan yang bersih, sehingga masyarakat yang membutuhkan atau mengambil air merasa nyaman aman dan nyaman. Namun yang terjadi di Desa Ngembal Kulon, Kecamatan Jati, Kabupaten Kudus, tower sarpras air bersih itu ditempatkan di atas tanah yang dijadikan tempat penampungan sampah.

Sarpras air bersih itu, seperti yang terbaca pada papan proyek yang terpasang, adalah bantuan dari Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus, melalui Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang (Ciptakaru) Kabupaten Kudus, berupa pembangunan sarpras air bersih pedesaan di Desa Ngembal Kulon, kepada Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Tirta Wiguna, RW-04, Ngembal Kulon. Anggaran dari APBD Kabupaten Kudus TA 2016 dengan nilai kontrak sebesar Rp 615.000.000 dan nilai fisik sebesar Rp 559.091.066. bertindak sebagai penyedia pelaksana, CV Mifzal Wiguna, lama pengerjaan 60 hari kalender.

TRENDING :  Luasnya Capai 2.316 Ha Pengentasan Lahan Kritis Di Kudus Alami Kesulitan

Menurut Afnan, warga RW-04 Desa Ngembal Kulon yang oleh Kepala Desa Ngembal Kulon, Arini, ditunjuk sebagai Ketua KSM Tirta Wiguna, saat ditemui isknews.com di kediamannya, Senin (12/12), semula bangunan sarpras air bersih itu akan ditempatkan di dekat mushola, masih di wilayah RW-04, namun pada perkembangannya, dialihkan ke tempat yang sekarang, yakni di tanah bondo deso yang letaknya di sebelah selatan tanah dan rumah kediamannya.
“Saya tidak tahu asal mulanya, tiba-tiba saja saya kedatangan orang-orang dari dinas yang meminta tanah pekarangan di rumah saya, dijadikan tempat material pembangunan sarpras air bersih itu.”

TRENDING :  Lapangan Sepak Bola Peganjaran Terlarang Untuk Belajar Mobil

Dia menerangkan, terkait dengan penunjukkannya sebagai Ketua KSM Tirta Wiguna, masih bersifat sementara, karena belum diadakan rapat resmi. Hanya karena kebetulan rumahnya berada paling deket dengan lokasi didirikannya tower sarpras air bersih itu, dirinya diberitahu oleh Kades setempat, nantinya dialah yang akan dijadikan sebagai ketua KSM Tirta Wiguna. “Mengenai pengelolaan dan tara cara distribusi air kepada warga masyarakat RW-04 dan sekitarnya, juga belum tahu, karena bangunan ini baru 90 persen.”

TRENDING :  Belum Didistribusikan Air Bersih Bantuan Pemerintah Pusat Untuk Warga Ngembal Kulon Kudus

Terkait dengan adanya tumpukan sampah di area yang ditempati bangunan tersebut, Afnan mengungkapkan, sampah tersebut adalah milik orang yang menyewa tanah bondo deso itu, kepada pihak desa. Oleh penyewa tanah tersebut digunakan menampung sampah limbah plastik campuran bahan bakar untuk membakar genteng dan batu bata. “Dengan dijadikannnya tanah bondo deso ini sebagai tempat didirikannya bangunan sarpras air bersih, kemungkinan sewa itu tidak akan diperpanjang lagi. Jadi tidak ada masalah, karena nantinya lingkungan ini akan bersih.” (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post