TPA Masih Dibawah Kualifikasi Adipura

TPA Masih Dibawah Kualifikasi Adipura

Rembang, isknews.com (Lintas Rembang) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Rembang menargetkan pada tahun 2017 ini mampu meraih piala adipura setelah selama tiga tahun berturut-turut luput mendapatkan penghargaan adipura. Namun, ada sejumlah hal yang dikhawatirkan menjadi mimpi buruk dari target capaian tersebut.

Pemkab Rembang melalui Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mengaku telah mempersiapkan secara matang seluruh kebersihan dan penataan kota menjelang penilaian adipura tahun ini. Terbukti dari pantauan pertama (P1), Rembang di bidang Ruang Terbuka Hijau (RTH) dan penataan kota berhasil meraih nilai 75,45. Melebihi nilai batas dari Kementrian Lingkungan Hidup sebesar 73.

Kabid Pengelolaan Sampah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) dan Peningkatan Kapasitas pada Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Rembang, Andreas Edi Gustono menyebutkan pada P1 di bidang RTH dan Penataan kota Rembang meraih nilai diatas ambang normal. Namun, di bidang Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Rembang masih jauh di bawah batas yang telah ditentukan Kementrian Lingkungan Hidup.

BACA JUGA :  RTH Mondoteko Memprihatinkan

“Batasan nilai pada bidang TPA sebesar 74, sedangkan Rembang pada P1 yang dilakukan bulan Oktober 2016 kemarin hanya meraih poin 71. Ini yang sedikit banyak berpotensi gagalnya peraihan piala adipura tahun ini,” ujarnya.

Meski demikian, Andreas mengaku Pemkab masih optimis untuk bisa meraih piala adipura tahun ini. Diprediksi pada pekan depan tim penilai dari Kementrian Lingkungan Hidup didampingi akademisi akan turun di Rembang guna melakukan verifikasi penilaian.

“Menjelang verifikasi ini kami telah berupaya semaksimal mungkin untuk bisa memperbaiki nilai di P1. TPA yang berada di desa Landoh kecamatan Sulang sudah kita bersihkan semuanya, bahkan hingga saat ini proses pengerjaan masih berlangsung,” imbuhnya.

BACA JUGA :  Pati Berpotensi Raih Adipura Paripurna

Ia mengaku upaya dari DLH telah optimal demi mengejar angka batasan yang ditetapkan dalam verivikasi mendatang. Mulai dari pengurasan bak lindi dan kolam penampungan, pembersihan saluran drainase, pos pengendalian operasional, fasilitas pengendalian gas metan, dan pengadaan alat berat di sekitar lokasi.

“Jika sebelumnya sejumlah persyaratan tidak terpenuhi yang akhirnya menyebabkan Rembang mendapat nilai bawah di bidang TPA. Kali ini sudah kami siapkan semua, bahkan sampai sekarang proses pemasangan alat pengendali gas metan masih berlangsung,” aku Andreas.

Sementara itu guna mempersiapkan diri pada verifikasi yang dimungkinkan dilakukan pada pekan depan, DLH telah menyiapkan sedikitnya 21 titik pantau yang diprediksi jadi sasaran penilaian tim adipura. Meliputi sejumlah sekolah, RTH, titik keramaian kota seperti alun-alun kota Rembang dan Pasar kota Rembang, serta sejumlah ruas jalan. (Arif S)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post

Post Comment

*