Tradisi Tek dur di Menara Kudus Tak Lekang Oleh Zaman

Tradisi Tek dur di Menara Kudus Tak Lekang Oleh Zaman

Kudus, isknews.com – Sebagai kota religius, Kudus mempunyai ragam tradisi leluhur yang masih terjaga sampai sekarang, salah satu diantaranya menabuh bedug dibagian atas Menara, Masjid Al-Aqsha Kauman Kudus. Uniknya, tradisi ini hanya bisa kita jumpai pada di Bulan Suci Ramadhan.

Pantauan isknews.com dilokasi pada Senin dini hari, (12/6/2017), Sebelum jarum jam menunjukkan pukul 12 malam Istiwa’, atau pukul 23.45 WIB, sejumlah remaja dan pemuda sekitar bergegas menaiki anak tangga dilanjutkan naik dengan cara merangkak melewati sebanyak 12 anak tangga kayu vertikal untuk sampai menuju bagian atas menara. Dimana pada bagian atas menara setinggi 18 meter yang beratap tajuk tersebut terdapat beduk berukuran 128 sentimeter dengan diameter sekitar 90 sentimeter. Selain itu terdapat kentongan dengan ukuran panjang sekitar 150 meter.

TRENDING :  Pencarian Bibit Pemain Basket Muda Unggul Melalui Saloku Cup

Selama kurang lebih 1 jam, Bedug yang di mainkan minimal dua orang ini secara bergantian menabuh di kedua sisi bedug dengan ketukan berbeda, alhasil membentuk irama yang sepadan dan enak didengar,  apalagi dengan perpaduan lantunan sholawat dan lagu islami yang disuarakan oleh belasan remaja yang menempati ruang bagian atas menara itu.

TRENDING :  Ziarah Kubur, Cara Berbakti Kepada Orang Tua Yang Telah Wafat

Salah seorang Takmir Masjid Al Aqsa Menara Kudus saat ditemui isknews.com mengatakan, “Belum diketahui pasti awal mulanya tradisi tek dur ini, karena waktu masih kecil saya juga memainkan nya,” ujarnya
Dikatakannya, Melalui tradisi ini kami mengajak warga untuk bangun tengah malam lebih awal, supaya bisa melaksanakan (qiyamul lail) ibadah malam, maupun menyiapkan hidangan sahur.

TRENDING :  20 Milyar Dialokasikan Untuk THR ASN di Jepara

”Dengan banyaknya orang yang naik ke bagian atas menara lantaran penasaran untuk melihat tradisi tek dur. Maka, Secara tidak langsung mereka juga belajar untuk melestarikan tradisi ini. Semoga saja tradisi tek dur yang hanya ada saat Ramadan bisa terus dilestarikan,”harapnya (AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post