Transmigran Dapatkan Bekal dan Jatah Hidup Di Kalimantan

Transmigran Dapatkan Bekal dan Jatah Hidup Di Kalimantan

Rembang, isknews.com (Lintas Rembang) – Lima kepala keluarga dari kabupaten Rembang diberangkatkan menuju Kelurahan Tanjung Selor Timur, kecamatan Tanjung Selor, kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Diantara kelimanya empat KK warga desa Japerejo kecamatan Pamotan dan 1 KK warga dusun Tajen desa Pamotan.

Terlebih dahulu kelimanya dilepas menuju Semarang pada hari Senin (28/11/2017). Kemudian selanjutnya hari Rabu (29/11) baru berangkat ke Tanjung Selor.

Asisten III Pemkab Rembang Noor Effendy saat melepas keberangkatan peserta transmigrasi menjelaskan proram ini ditangani oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Dari 100 KK,  Kabupaten Rembang mendapatkan kuota 5 KK.

TRENDING :  Kejuaraan Bola Voli Kapolres Kudus Cup 2017

Sebelumnya Pemkab melakukan seleksi terlebih dahulu untuk menentukan siapa saja yang pantas untuk ikut transmigrasi. Pasalnya yang mendaftar cukup banyak.

Sebelum dipilih para pendaftar melewati proses seleksi terlebih dahulu. Pasalnya jumlah yang mendaftar untuk transmigrasi cukup banyak.

Masing-masing KK mendapatkan uang saku dari pemkab sebesar Rp. 5 Juta serta bantuan bibit dan mesin pemotong kayu. Selain itu disana mereka juga akan mendapatkan lahan dan jatah hidup.

Pihaknya berharap para transmigran untuk semangat dalam bekerja dan menjalani hidup di sana. Memiliki motifasi dan ide kreatif menjadi kunci yang sangat penting dalam mengembangkan usaha.

TRENDING :  Tujuh Pasangan Tidak Sah Lagi Ngamar, Terjaring Razia Satpol PP Kudus

“Ini harus disyukuri, karena masih banyak yang masuk daftar tunggu. Di sana banyak sisa – sisa potongan kayu hutan, itu alasan kami   memberi bantuan alat pemotong kayu. Semoga bermanfaat untuk menunjang kegiatan sehari – hari, yang penting gigih dan kreatif, “ ujarnya.

Imam Busiri, warga dusun Tajen, Pamotan mengaku  sangat mantap untuk pergi transmigrasi karena saat ini dia tidak memiliki lahan sendiri di kampungnya. Ia berharap kelak kondisi ekonomi keluarganya akan lebih baik.

“Pekerjaan saya di sini serabutan mas, nggak tentu penghasilannya. Lahan sawah juga nggak punya. Demi masa depan keluarga, saya memutuskan ikut transmigrasi. Istri dan anak saya ikut. Do’akan muda – mudahan kami sehat dan keluarga akan lebih sejahtera, “ tutur Imam.

TRENDING :  Ini Jadwal Lengkap Gebyar Ramadhan & Idul Fitri 1438H di Masjid Agung Kudus

Total yang berangkat dari 5 KK ini ada 15 orang. Sementara itu anak- anak mereka yang masih kecil dan sekolah rencananya akan ikut ke Tanjung Selor ketika kondisinya sudah memungkinkan. Untuk sementaa mereka masih ditinggal dan dititipkan kerabat yang ada di Rembang. (rtw)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post