Transparansi Alokasi Penggunaan Dana Publikasi DBHCHT Yang Dikelola Humas Pemkab Dipertanyakan Sejumlah LSM

Transparansi Alokasi Penggunaan Dana Publikasi DBHCHT Yang Dikelola Humas Pemkab Dipertanyakan Sejumlah LSM

KUDUS, isknews.com – Besarnya alokasi dana Publikasi untuk Sosialisasi Dana Bagi Hasil Cukai dan Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk Kabupaten Kudus dan kesan ketidak transparanan pengalokasiannya, sempat membuat beberapa LSM di Kudus merasa gerah, mereka  mempertanyakan hal tersebut, kemarin kepada Kabag Humas Setkab Kudus, Putut Winarno.

Aliansi Sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), yang menamakan dirinya Aliansi Peduli Nasib Wong Kudus (Alip) Kudus, Selasa (02/8), Alip, Aliansi yang mengaku memayungi beberapa LSM populer di Kudus,  melakukan audiensi dengan Kepala Bagian Humas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kudus. Tujuan dari audiensi itu mempertanyakan penggunaan dana Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) 2016 yang dialokasilan ke Bagian Humas Pemkab.

BACA JUGA :  Pengguna Jalan Mengeluh Tanah Berceceran di Jalan Raya, Sat Pol PP Segel Proyek

Rombongan LSM Alip yang terdiri dari Mbarsidi (ketua), M Jayadi (sekretaris), Susanto dan Riyan (anggota), diterima langsung oleh Kabag Humas Pemkab Putut Winarno di ruang kerjanya. Hadir pula sejumlah awak media massa. Mbarsidi selaku juru bicara LSM Alip, dalam kesempatan itu menanyakan penggunan dana DBHCHT oleh Bagian Humas, terutama yang berkaitan dengan sosialisasi cukai, baik melalui iklan/adventorial di media massa, nonton bareng dan papan baca. “kami merasa alokasi dana tersebut hanya mengucur pada media-media tertentu, terutama pada media dan LSM (yang juga membuat media temporal) yang dekat dengan lingkaran Kabag Humas, meski dengan dalih itu pilihan pihak ketiga pemenang lelang,” ujar Mbarsidi.

BACA JUGA :  LPJU Roboh Diduga "Kunduran" Truk

Menanggapi pertanyaan itu, Putut mengatakan, sosialisasi melalui advertorial di media massa dalam pelaksanaanya melalui prosedur sesuai ketentuan yang berlaku, yakni dilelang kepada rekanan. Pihak rekanan itulah yang kemudian bekerja sama dengan media dalam pemasangan iklan mengenai sosialisasi cukai dan program pembangunan Pemkab Kudus. Media massa yang diajak kerjasama adalah media cetak yang mempunyai halaman lokal Kudus, sedangkan untuk media online, adalah yang kantor pusat (redaksi)-nya ada di Kudus. “Pihak rekanan itulah yang menentukan media massa mana yang dipilih untuk memuat iklan, kami hanya tinggal terima mateng.” jelasnya.

Mengenai sosialisasi melalui nonton bareng, dia mengungkapkan, kegiatan itu diperuntukkan bagi masyarakat atau warga pedesaan yang tidak sempat membaca koran. Melalui nonton bareng itu, selain menikmati hiburan, juga diberikan sosialisasi cukai dan program-program pembangunan.
Sedangkan mengenai papan baca, tujuanya juga sama dengan menggandeng bagian pemasaran media cetak yang ada di Kudus, memasang koran di papan baca. “Namun dalam perkembangannya, mereka merasa keberatan, karena omzet penjualan koran menurun, sehingga pemasangan koran di media massa di beberapa papan baca pun tidak dilanjutkan.” (DM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post