Transport, Komunikasi, Dan Jasa Keuangan Alami Inflasi 0,20 Persen

Transport, Komunikasi, Dan Jasa Keuangan Alami Inflasi 0,20 Persen

Kudus, ISKNEWS.COM – Kelompok transport, komunikasi, dan jasa pada November 2016 mengalami inflasi 0,20 persen. Dibandingkan bulan Oktober 2016 terjadi kenaikan indeks dari 122,11 pada menjadi 122,35 pada November 2016. Subkelompok yang mengalami inflasi yaitu transport sebesar 0,03 persen dan komunikasi dan pengiriman 2,05 persen.

Inflasi kudus
(ISKNEWS/OWIX)

Komoditas yang dominan menyumbang inflasi adalah bensin dan tarif pulsa ponsel. Secara keseluruhan andil inflasi yang diberikan pada bulan November sebesar 0,03 persen.

Inflasi pada bulan November 2016 sendiri terjadi inflasi sebesar 0,67 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) 130,81 jauh lebih tinggi bila dibanding bulan Oktober 2016 yang mengalami inflasi sebesar 0,19 persen dengan IHK 129,94. Inflasi terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya indeks beberapa kelompok pengeluaran.

BACA JUGA :  Sepi Pembeli PKL GOR Wergu Kudus Curhat Ke Dewan

Di antaranya, kelompok bahan makanan 2,09 persen; kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,32 persen; kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar sebesar 0,33 persen; kelompok kesehatan 0,16 persen; dan kelompok transport, komunikasi, dan jasa 0,22 persen. Sedangkan kelompok pengeluaran yang mengalami penurunan indeks adalah kelompok sandang 0,02 persen dan kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga 0,13 persen.

Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap terjadinya inflasi adalah bawang merah, cabai rawit, pasir, cabai merah, beras, dan rokok kretek. Komoditas yang memberikan sumbangan terbesar terhadap terjadinya deflasi adalah minyak goreng, telur ayam ras, salak, batu bata, kentang, dan daging ayam kampung.

BACA JUGA :  Ikan Segar, Sub kelompok Bahan Makanan Yang Alami Deflasi Tertinggi Di Bulan April

Nasional pada bulan ini mengalami inflasi sebesar 0,47 persen dengan IHK 126,18 dan Jawa Tengah juga mengalami inflasi sebesar 0,56 persen dengan IHK 124,45. Inflasi terjadi di semua kota SBH di Jawa Tengah. Inflasi tertinggi terjadi di Kota Purwokerto sebesar 0,77 persen dengan IHK 122,78.

Diikuti Kabupaten Kudus sebesar 0,67 persen dengan IHK sebesar 130,81; Kota Surakarta sebesar 0,60 persen dengan IHK sebesar 122,04; Kota Cilacap dan Kota Semarang masing-masing sebesar 0,54 persen dengan IHK masing-masing sebesar 127,69 dan 124,34 dan inflasi terendah terjadi di Kota Tegal sebesar 0,34 persen dengan IHK sebesar 122,60. (MK)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post