Trauma Center Jadi Rujukan Korban Kecelakaan

oleh
Trauma Center Jadi Rujukan Korban Kecelakaan
Foto: Trauma center RS Mardi Rahayu Kudus, Kamis (21-06-2018). (Istimewa/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Saat ini terjadi perkembangan yang sangat cepat di bidang teknologi, industri dan mobilitas penduduk yang memberikan dampak positif untuk perekonomian. Namun, perkembangan yang sangat cepat tersebut diiringi peningkatan kejadian penyakit tidak menular yang salah satunya adalah trauma atau kecelakaan.

Menurut dr. V.F. Yohari Listia Adi, kini banyak rumah sakit yang menyelenggarakan layanan unggulan dalam bidang penatalaksanaan trauma atau kecelakaan, yang sering disebut dengan istilah Trauma Center.

Di Indonesia, lanjutnya, pengertian Rumah Sakit Trauma Center (RSTC) secara khusus adalah rumah sakit yang bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan untuk melayani peserta yang mengalami kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja. Di Kudus sendiri, kini telah hadir RSTC yang dapat menjadi tempat rujukan bagi orang yang mengalami kecelakaan kerja.

TRENDING :  Riwayat Desa Hadipolo Dalam Budaya Tutur

“Namun, sebenarnya secara umum, Trauma Center adalah fasilitas kesehatan atau rumah sakit yang melayani penatalaksanaan trauma atau kecelakaan secara komprehensif mulai dari pra rumah sakit, selama di rumah sakit, dan sampai setelah perawatan di rumah sakit,” kata dr. Yohari, Kamis (21-06-2018).

Sehingga, suatu Rumah Sakit Trauma Center dapat menangani trauma atau kecelakaan karena berbagai penyebab, tidak hanya karena kecelakaan kerja atau penyakit akibat kerja saja.

TRENDING :  Kembalikan Senyum Ceria Generasi Penerus Bangsa

Diungkapkannya, setiap Rumah Sakit Trauma Center memberikan komitmen, kesiapan, kelengkapan alat dan sarana prasarana, standar prosedur, dan penatalaksanaan pasien trauma/kecelakaan mulai dari penanganan awal sampai tindakan definitifnya berupa operasi maupun tindakan lain.

“Untuk mendukung hal tersebut, Rumah Sakit Trauma Center memiliki dokter spesialis bedah umum yang siap dipanggil 24 jam dan didukung pula oleh dokter spesialis ortopedi atau bedah tulang, bedah saraf, anestesiologi, dan dokter spesialis lainnya, serta tentu layanan IGD (Instalasi Gawat Darurat), IRIN (Instalasi Rawat Intensif), Radiologi, Laboratorium, dan Farmasi yang siap 24 jam,” jelas Kepala IGD RS Mardi Rahayu tersebut.

TRENDING :  Pedagang Pasar Balangan Kaligelis Akan Direlokasi ke Pasar Hewan Jati Wetan

Proses pelayanannya, dr. Yohari dicontohkan bila ada seorang pekerja yang mengalami kecelakaan kerja. Kemudian pasien akan dibawa ke RSTC untuk mendapatkan pengobatan dan mendapatkan jaminan penuh hingga proses pengobatan tuntas.

“Dalam melayani pasien kecelakaan atau penyakit akibat kerja itu harus menjaga komunikasi dengan pasien maupun pihak perusahaan. Hal ini dilakukan untuk memastikan, setelah mendapatkan perawatan pasien dapat kembali bekerja dan berkarya,” katanya. (NNC/WH).

KOMENTAR SEDULUR ISK :