Tumbuhkan Jiwa Relawan Puluhan Pelajar Ikuti Students Volunteer Class

oleh
Puluhan pelajar yang tengah mengikuti Students Volunteer Class di Taman Budaya Bae, Minggu (29-07-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Sebuah bencana tidak hanya membutuhkan perhatian dan uluran tangan pemerintah saja. Lebih dari itu, saat bencana terjadi uluran dan kepedulian masyarakat khusunya generasi muda sangat dibutuhkan. Alasan tersebut menjadi dasar kegiatan Students Volunteer Class dari Masyarakat Relawan Indonesia Aksi Cepat Tanggap (MRI – ACT) di Taman Budaya Bae, Minggu (29-07-2018).

Tak dipungkiri, menumbuhkan jiwa relawan dalam diri pelajar bukanlah sesuatau yang mudah. Untuk itu, puluhan remaja tingkat SMA di Kabupaten Kudus ini dibekali ilmu agar siap menghadapi bencana yang bisa sewaktu-waktu terjadi.

“Setidaknya dengan kegiatan ini, pelajar bisa mengenal apa itu kerelawanan, siapa itu relawan dan bagaimana cara menjadi relawan yang baik. Dengan bekal ilmu yang cukup, semoga jiwa relawan dapat tumbuh pada diri generasi muda,” ungkap Ketua MRI-ATC Kudus, Farah Husni Hasbi saat ditemui media ini di Taman Budaya.

TRENDING :  Asal Usul Desa Banget

Diungkapkannya, usia yang masih muda, antusiasme yang tinggi dan fisik yang kuat menjadikan generasi muda sebagai sasaran potensial dari kegiatan ini. Menurutnya, semakin banyak jiwa relawan yang tumbuh dalam diri generasi muda, maka semakin banyak pula orang yang dibsa dibantu.

Kepala BPBD Kudus, Bregas Catursari, mengatakan kegiatan Students Volunteer Class merupakan sebuah trobosan yang bagus. Mengingat MRI – ACT adalah organisasi yang besar dan diakui secara nasional.

TRENDING :  Pemkab Kudus Gelontorkan Beasiswa, Bantuan dan Hibah Senilai Rp 1,4 Miliar

“Saya berterimakasih BPBD telah dilibatkan dalam acara ini. Dengan sedikit pengalaman yang kami miliki dalam menagani bencana di Kabupaten Kudus semoga bisa menginspirasi dan menumbuhkan jiwa relawan dalam diri mereka,” tegasnya.

Dia mengatakan menumbuhkan jiwa relawan dalam diri seseorang bukanlah sesuatu yang mudah. Perlu adanya dorongan hati yang kuat untuk menjadi seorang relawan. Tak hanya itu, jiwa relawan juga harus diasah dengan tindakan atau aksi kepedulian dengan lingkungan sekitar.

“Misalnya, di sekitar rumah ada kegiatan bersih-bersih sungai. Kalau kalian relawan, kalian harus turun tangan ikut membantu bersih-bersih sungai. Karena relawan tidak akan ‘tenguk-tenguk’ (berdiam diri atau bersanatai -Red) melihat orang di sekitarnya sedang kesusahan,” jelasnya.

TRENDING :  Job Fair Pemkab Kudus 2018 Sediakan Lebih Dari 7650 Lowongan Kerja

Imbuhnya, “Bagaimana mau menjadi relawan di daerah sana, kalau di lingkungannya saja dia tidak peduli. Jadi, untuk menumbuhkan jiwa relawan kalian harus mulai dengan peduli dengan lingkungan sekitar.”

Dari gambaran dan dorongan yang diberikan oleh BPDB dan MRI – ATC diharapkan peserta mau dan mampu mempraktekannya di kehidupannya. “Dari keilmuan yang mereka dapat pada hari ini, bukan sekedar dipahami saja tetapi juga dipraktekkan dalam kehidupannya,” pungkas Bergas. (NNC/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :