Tunggu Masa Jeda UTS, Siswa Siswi Ini Diajari Bertani Di Sawah

Tunggu Masa Jeda UTS, Siswa Siswi Ini Diajari Bertani Di Sawah

Kudus, isknews.com – Belajar terus-menerus di dalam lingkungan sekolah bukanlah aktivitas menarik bagi para siswa pada umumnya. Kendati belajar di kelas penting, tapi tempat belajar yang lebih menarik bagi sebagian kita tetaplah kehidupan nyata. Kehidupan nyata lebih menarik, apalagi bila kita belajar di lingkungan yang berbeda dari lingkungan sehari-hari yang biasa kita temui.

Seberapa seringkah anda melihat anak-anak bercocok tanam saat ini? Bercocok tanam merupakan aktivitas yang baik untuk anak. Aroma tanah saat terkena air efeknya sama dengan petrichore, yaitu aroma tanah setelah hujan.

Yang memberikan rasa nyaman dan tenang kepada otak. Ini, sangat membantu anak agar tidak mudah marah. Kita dapat membandingkan karakter anak yang suka bercocok tanam dan tidak. Perbedaannya akan terlihat jelas dari bersikap dan menyikapi hal-hal disekelilingnya.

TRENDING :  Berkat Daun Pucuk Merah, Siswi SMPN 5 Pati Juara Nasional

Sayangnya anak-anak pada jaman sekarang sangat awam melihat tanah. Banyak juga yang menganggap tanah adalah kotoran, itu tidak lepas dari pola asuh orangtua saat melarang mereka bermain di alam dan berseru “awas kotor!”.

Padahal bercocok tanam juga akan mengajarkan buah hati tentang arti sebuah proses. Dari sebuah bibit hingga tanaman menjadi besar atau berbuah. Kegiatan ini juga melatih untuk bersabar, peduli dan memiliki rasa empati lebih terhadap lingkungan sekitar, dan jika sering dilakukan bersama orangtua akan menciptakan hubungan yang erat antara buah hati dan anak.

TRENDING :  Film Animasi "Pasoa & Sang Pemberani" Karya Pelajar Kudus Segera Di Rilis Bersama Jokowi

Adalah MI Muhammadiyah 1 Kudus, dalam rangka memperkenalkan siswa siswi mereka pada dunia pertanian,  melakukan kegiatan bersama belajar menanam cabe rawit dan sayuran terong di halaman sekolah masing masing. Rabu (22 /3/17).

Ide belajar bertani ini dilakukan dalam rangka mengisi masa jeda setelah UTS selesai dilaksanakan. “Ini kegiatan untuk mengisi masa jeda setelah UTS” demikian ungkap Farida Hikmah, inisiator dan sekaligus wali kelas IV MI Muhammadiyah.

Belajar bertani cukup membuat siswa siswi kelas IV dan VI MI Muhamdiyah I ini merasa gembira dan penuh semangat “hari ini anak-anak belajar menanam dengan riang gembira” ungkap Farida H .

TRENDING :  Sambut Tahun Baru Hijriyyah, Santri PP. MUS-YQ Kwanaran Menggelar Istighatsah

Dalam kesempatan lain, diluar jam sekolah beberapa siswi kelas V dan kelas IV juga melakukan kegiatan berkebun, belajar menanam bawang merah di sawah yang dikelola oleh paguyuban tani lemah subur Wergu Kulon Kudus.

“bila sejak dini anak-anak sudah mulai kita kenalkan kepada dunia pertanaian dan cinta alam, kelak mereka akan menjadi penyelamat bumi” ungkap Kustiyanto sekretaris Paguyuban Tani Lemah Subur Kudus, saat melakukan bimbingan belajar bertani kepada beberapa siswa yang terjun langsung ke lokasi kebun bawang merah di lahan sawah Wergu Wetan belakang GOR Kudus. (YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post

Post Comment

*