Ujian Berlangsung Lama, Pelajar MA Miftahul Ulum Punya Tips Hindari Kejenuhan

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Ujian sekolah berstandart nasional (USBN), Ujian akhir madrasah berstandart nasional (UAMBN), dan lanjut Ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tahun ini akan berlangsung sedikit lebih lama dibanding tahun sebelumnya.

Pasalnya, tahun ini pelajar MA harus menggunakan piranti Komputer semua untuk soal pilihan ganda. USBN, UAMBN, UNBK dilaksanakan dari Maret hingga April. Persiapan menghadapi ujian rata-rata sekolah dipersiapkan sejak awal Januari, sehingga siswa benar-benar fokus hanya untuk ujian.

Menghadapi ujian yang bertubi-tubi, siswa XII jurusan IPA, MA Miftahul Ulum Loram Kulon, Kecamatan Jati, Indrawati mensiasati dengan mengulang materi ujian yang sudah dibahas sebelumnya saat les di sekolah maupun materi tambahan.

TRENDING :  Puluhan Difabel Antusias Ikuti Pengukuran Kaki Palsu Gratis

“Untuk mensiasati kejenuhan, Saya menghadapi ujian dengan belajar rutin cukup dua jam saja, yakni sore 1 jam, dan malam habis isya 1 jam. Yang penting tidak kebut semalam,” ujarnya.

Hal tak jauh berbeda dirasakan Nurul Fitria, melihat jadwal yang masih cukup panjang membuatnya merasa lama, dan terkadang penat dan jenuh menghampiri. Bahkan kalau untuk menghindari rasa kebosanan Ia berdiskusi dengan teman-teman kelas XII di lingkungan rumahnya, baik itu masih satu sekolah maupun beda sekolah.

TRENDING :  Masih Ada Kesempatan, Pendaftaran CPNS 2018 Diperpanjang Hingga 15 Oktober

Ia juga masih sempat mengikuti pengajian rutin remaja setiap Minggu malam. Dengan begitu supaya penat tidak menghampiri.

Ia selama ujian belajarnya lebih intens namun tidak kebut semalam, dimulai pukul 19.00 sampai pukul 21.00, kemudian tidur dan sebelum subuh sekitar pukul 04.00 diulang lagi soal-soal yang tadi malam saya pelajari. Terpenting saya tidak kekurangan tidur,” jelasnya.

Sementara Kepala MA Miftahul Ulum Loram Kulon, Misbachuddin, mengatakan tahun ini sekolahnya kali pertama USBN menggunakan komputer. Sedangkan jumlah siswanya yang mengikuti ujian ada 44 siswa yang terbagi menjadi dua sesi.

TRENDING :  Bedah Rumah Tidak Layak Huni di Laksanakan di Desa Mlati Lor

Untuk pengawas USBN dari guru sendiri, Sedangkan UAMBN dan UNBK, dilakukan silang antar sekolah.
“Pemadatan jam mapel telah dilakukan. Kalau tahun-tahun sebelumnya hanya lima mapel, tahun ini ada 12 mata pelajaran (Mapel) yang diujikan, jadi siswa kami Insya Allah sudah siap hadapi ujian,” terangnya. (AJ/YM).

KOMENTAR SEDULUR ISK :