Undip Ajarkan Teknologi Olah Pakan Ikan Mandiri Bagi Petani Lele di Kudus

oleh
Foto: Hari Martono, Pakar teknologi olah pakan bagi ikan air tawar dari Undip saat memberikan paparannya pada UKM pembudidaya Ikan Lele Berteknologi Bioflok Kudus. (Istimewa)

Kudus, ISKNEWS.COM – Program perikanan berkesinambungan, mulai dari pembenihan pembesaran hingga pengolahan paska panen terus diintensifkan oleh Bidang Perikanan pada Dinas Pertanian dan Pangan, dengan menggelar pelatihan budidaya ikan lele berteknologi bioflok.

Kegiatan yang salah satu materinya adalah pelatihan pakan ikan mandiri dan pelatihan pengolahan ikan paska panen, memanfaatkan potensi lokal dilaksanakan selama dua hari di ruang serbaguna Dinas Pertanian da Ketahanan Pangan Kudus.

Kepala Bidang Perikanan pada Dispertanpangan Kudus, Fajar Nugroho SP mengatakan, dengan menggunakan teknologi, maka produk yang dihasilkan oleh para UKM kualitas bisa sama. Sehingga para pembeli mendapatkan pelayanan yang baik. Hal ini tentu bisa berbeda apabila dikerjakan secara manual atau tenaga manusia penuh.

“Saat mendapatkan pesanan banyak misalnya, hasilnya akan berbeda rasa karena terburu-terburu mengajar produk banyak. Atau bisa juga adonan bumbu berbeda antara adonan pertama dengan diatas lima kali. Semoga ini bisa meningkatkan pengetahuan dan produk dari para pengolah ikan,” tuturnya.

TRENDING :  Bupati dan Wakil Bupati Kudus Dilarang Korupsi dan Jual Beli Jabatan

Sementara itu salah satu pemateri dari Fakultas Pertanian Perikanan Undip, Hary Martono menjelaskan, penggunaan teknologi pada pengolahan produk olahan ikan saat ini sudah waktunya menyesuaikan perkembangan zaman. Produk yang baik adalah produk yang laris di pasaran. Penyebabnya bisa pengolahan yang baik, kemasan yang baik dan promosi yang baik.

Hari Martono memaparkan, Pengolahan yang baik itu karena kualitasnya, enak, lalu bikin pelanggan ketagihan dan membeli lagi. Biaya produksi banyak, efisien, sehingga harganya murah, lalu membuat konsumen tertarik.

“Lebih penting lagi adalah higienisnya produk, hingga membuat terpercaya, lalu konsumen beli lagi. Kemasan yang baik juga menjadikan produk jadi laris,” ujarnya

TRENDING :  Mesin Setrika Baju Pertama Di Dunia Di Keluarkan

Terlebih, Manfaatnya dari kemasan membuat produk layak dipajang dan unik membuat konsumen menjadi tertarik. Pantas dijadikan oleh-oleh dan layak dijual lebih mahal karena elegan serta berkelas. Dan menjadikan konsumen juga pasti ingin membeli kembali.

Lebih lanjut, Penyebab produk laris berikutnya adalah promosi. Bagaimana kita berpromosi supaya mudah diingat orang, ingat produknya, maka konsumen akan membeli berkelanjutan. Pelayanan juga harus cepat karena untuk kepuasan pelanggan.

Terkait penggunaan teknologi, lanjutnya, dicontohkan misalnya penggunaan alat ukur suhu yang dihubungkan dengan mesin produksi. Baik berupa penggorengan ataupun memasak lainnya. Hal ini banyak tidak diperhatikan oleh para pengolah ikan skala UKM. Padahal dengan adanya pemasangan ukur suhu panas, bisa membuat produk bisa menjadi sama hasilnya.

TRENDING :  Rehab Jembatan Berugenjang – Wonosoco Hampir Selesai Dan Segera Bisa Dilewati

“Berapapun jumlah produk ikan yang digoreng atau digodok, maka hasil rasanya akan tetap sama karena alat sudah disetel,” tukasnya.

Selain itu, untuk penyimpanan kemasan agar bisa tahan lama bisa menggunakan mesin vacuum sealer. Kondisi hampa udara membuat produk menjadi lebih awet. Kemudian di bagian luar diberikan kemasan dan stiker label yang baik.

“Seperti yang kami sampaikan. Produk yang baik adalah yang laris. Buat apa bikin produk tetapi sulit dijual, malah merugikan. Nah, dengan penggunaan teknologi meski dalam kategori sederhana tetapi sudah jadi lebih baik dibandingkan dengan cara produksi tradisional.” jelasnya. (AJ/RM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :