Unik, Peringati Hari Guru, Pelajar SMP 1 Kudus Gambar Wajah Wali Kelas Masing-masing

oleh

Kudus, isknews.com – Peringatan Hari guru diperingati pada tanggal 25 November setiap tahunnya, moment peringatan yang bersamaan dengan ulang tahun PGRI itu diperingati disetiap institusi pendidikan Di Indonesia. Secara Hari Guru Nasional (HGN) ini dicetuskan dikarenakan untuk mengapresiasi para guru yang telah berjuang demi pendidikan Indonesia.

Berbagai macam peringatan didaerah terkait peringatan HGN ini, Jika peringatan HGN biasanya dengan menyajikan tumpeng, lomba karikatur, menulis kata mutiara, puisi dan lain sebagiannya, namun ada yang sedikit berbeda di SMPN 1 Kudus.

Dimana, 24 siswa perwakilan dari 24 kelas di sekolah ini berkumpul di satu kelas untuk berlomba menggambar wali kelas masing-masing. Perwakilan kelas sebelumnya juga melalui seleksi kelas, dimana warga kelas harus mengirim perwakilannya. Saat lomba berlangsung, mereka dibatasi hanya 3 jam saja, yakni dari jam 08.20 wib hingga 11.20 wib.

TRENDING :  Kecelakaan Tunggal Bus Indonesia di Jalan Lingkar Kudus, Pengakuan Sopir Bikin Merinding

Ada beberapa pilihan teknis untuk menggambar, diantaranya teknis Pointilis, Arsir, teknik blok atau siluet, dussel, aquarel (sapuan basah), dan linear atau garis. “Memang siswa siswi diperkenankan bebas memilih cara menggambar untuk teknis nya, namun untuk ketentuannya yaitu harus menggambar wajah guru wali kelas masing-masing,” Jelas Kepala Sekolah SMP 1 Kudus, Ahsan Noor saat ditemui isknews.com di ruang kerjanya, Sabtu, (25/11/17).

Ada 3 juri dalam penilaian lomba ini, 2 diantaranya guru BK, Inung dan yakiah dan 1 lagi humas sekolah, Hasan Sunarto. Ahsan noor sangat mengapresiasi ide lomba yang kreatif ini. “Kami dari SMP 1 Kudus memang selalu berusaha berinovasi atau tampil beda memilih sesuatu hal yang baru dalam peringatan HGN disetiap tahunnya,” bebernya.

TRENDING :  MA Qudsiyyah dan SMP 1 Kudus Raih Terbaik 1 Festival Teater Pelajar Kudus 2018

Sementara itu, salah satu juri yang juga humas SMPN 1 Kudus, Hasan Sunarto menambahkan, Hasil terbaik diambil juara 1, 2 dan 3 dari masing-masing kelas 7, 8, dan 9. “Bagi para pemenang juga diberikan rewards dari kepala sekolah,” ujar Hasan.

Ia menjelaskan, meski yang ikutan lomba ini sudah ada yang berpengalaman, diantaranya mengikuti lomba lukus, Kaligrafi, dan gambar pada kejuaraan tingkat Kabupaten, namun tidak jadi masalah, sebab pada lomba menggambar wajah wali kelas masing-masing ini tidak menutup kemungkinan muncul hasil gambar dari siswa lain yang lebih bagus, karena wajah wali kelas yang berbeda-beda juga mempengaruhi tingkat kesulitan dan kerumitan. “Kegiatan Ini hanya sebagai suatu bentuk penghormatan bagi para guru, khususnya wali kelas masing-masing,” tutur Hasan disela-sela siswa sedang menggambar.

TRENDING :  Lentog Tanjung Menu Sarapan Murah dan Lezat

Sementara itu, panitia penyelenggara dari OSIS Raisa safanahati, (13 tahun), mengatakan, selain lomba menggambar wajah wali kelas, juga ada lomba menyajikan makanan, yakni untuk kelas 7 berupa makanan bihun, kelas 8 tentang jajanan pasar dan kelas 9 menyajikan sup buah. “Selain itu ada juga lagi lomba kebersihan,” imbuhnya.

Muhammad Iqbal (12), kelas 7f itu mengatakan, dirinya diamanahi atau dipilih teman-temannya untuk mewakili kelas, awalnya sempat ragu, namun Ia optimis. “Dengan dukungan teman-teman, saya optimis mengikuti lomba ini, dan bisa mempersembahkan yang terbaik,” ujar remaja asal Desa Tanjung Karang ini. (AJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :