Uniknya Biola Bambu dari Japan

oleh
Foto: Biola Bambu buatan Ngatmin di Kudus, Kamis (03-05-2018). (Nila Niswatul Chusna / ISKNEWS.COM).

Kudus, ISKNEWS.COM – Rasanya tidak ada habisnya, jika berbicara produk-produk unik yang dihasilkan masyarakat Kudus. Seperti halnya alat musik satu ini, dengan ketrampilan dan kreativitas, Ngatmin, mampu menciptakan sebuah biola dari bambu.

Warga Desa Japan, Kecamatan Dawe, Kabupaten Kudus ini telah lama menggeluti dunia pengolahan kayu dan ukir. Dari situ, ia kemudian mencoba mengembangkan sayapnya ke pembuatan biola. Tepatnya di tahun 2014, Ngatmin, secara khusus mempelajari proses pembuatan biola di Bogor.

Dengan berbekal kemampuannya dalam mengolah kayu dan membuat ukir, ternyata tidak membuat perjalanan Ngatmin membuat biola berjalan mudah. Dirinya harus mengalami kegagalan berkali-kali, hingga akhirnya berhasil menciptakan sebuah biola.

Setelah berhasil membuat biola, Ngatmin mencoba menerapkan ilmu tersebut di kampung halaman. Di Kudus, ia memulai menggeluti usaha pembuatan biola kayu. Suatu ketika ia terpikirkan untuk membuat sebuah biola dari bambu.

TRENDING :  Warga Kudus Yang Berani Duel Lawan Pencuri Dapat Penghargaan Dari Kapolres

“Beberapa alat musik yang terbuat dari bambu, seperti seruling dan anglung menghasilkan suara yang unik dan indah. Selain itu, itu saya memiliki tekat untuk meningkatkan daya jual bamu. Alasan itu, mendorong saya untuk merealisasikan keinginan tersebut. Tidak mudah? Pastinya. Saya harus melakukan uji coba berkali-kali dengan berbagai jenis bambu, untuk menemukan suara dan bentuk yang biola yang pas,” ungkap Ngatmin, Kamis (03-05-2018).

Dari sekian banyak percobaan yang dilakukannya, akhirnya Ngatmin, menemukan sebuah bambu yang cocok untuk membut biola. Bambu tersebut adalah bambu petung. Ukurannya yang besar dan batangnya yang tebal membuat bambu ini sangat cocok untuk dibaut menjadi sebuah biola. Selain itu, resonasi suara yang dihasilkan juga sangat unik dan menarik. Hal inilah yang membuat biola bambu buatan Ngatmin digemari banyak orang.

TRENDING :  Fosil Temuan Masih Dalam Tahap Rekonstruksi
Foto: Ngatmin dan biola bambu buatannya di Kudus, Kamis (03-05-2018). (Nila Niswatul Chusna / ISKNEWS.COM).

“Bentuk dan resonasi suara yang unik serta menarik menjadi ciri khas dari biola yang saya buat,” ujarnya. Diakui oleh Ngatmin, untuk membuat sebuah biola dari bambu diperlukan waktu yang cukup lama. Untuk proses pengeringan bambunya, Ngatmin memerlukan waktu hingga lima sampai enam bulan lamanya. Lamanya waktu pengeringan bambu, disebabkan dirnya masih menggunakan metode pengeringan secara manual, yakni dengan bantuan sinar matahari.

Menurutnya, cara ini akan mempermudahnya dalam proses pengolahan bambu dan kualitas biola yang dihasilkan lebih bagus. Setelah melewati pengeringan selama 6 bulan lamanya. Bambu tersebut kemudian dipotong-potong sesuai ukuran dan dirangkai. Untuk proses pembuatan biola, Ngatmin memerlukan waktu satu minggu dalam membuat sebuah biola bambu.

TRENDING :  Daba Volley Cup 2018 Ajang Jaring Atlet Muda

“Biola ini saya pasarkan secara online, door to door dan melalui beberapa even,” ujarnya. Untuk harga, Ngatmin menjual biola bambu ini dengan harga Rp. 3-4 juta, harga yang cukup mahal namun sepadan dengan kualitas yang diberikan.

“Keberadaan biola bambu, diharapkan mampu memperkaya produk hasil karya anak bangsa. Selain itu, saya berharap masyarakat dapat terinspirasi untuk terus berkreasi mengembangkan setiap potensi yang ada di daerahnya,” pungkasnya. (NNC/WH)

KOMENTAR SEDULUR ISK :