sungai

Normalisasi Sungai Harus Diimbagi Peninggian Dan Penguatan Tanggul

Kudus,isknewes.com – Bencana banjir di Kabupaten Kudus selama ini didominasi meluapnya air dari sungai karena debit air yang melebihi kapasitas sungai pada musim hujan. Sehingga akibat derasnya arus dan tekanan debit air yang sangat besar menyebabkan limpas atau tanggul jebol. Untuk mencegah atau mengatasi hal itu, langkah yang dilakukan tidak cukup hanya dengan menormalisasi sungai, namun juga harus diimbangi dengan peninggian dan penguatan tanggul.

sungai

Salah satu sungai di Kecamatan Mejobo, Kudus, yang berpoetensi menimbulkan bencana banjir. Airnya sudah mulai meluap hampir mendekati ketinggian tanggul. (ISK/ DARMANTO NUGROHO)

Kepala Kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kudus, Bergas C Penanggungan yang dihubungi isknews.com, Rabu (5/10), membenarkan hal itu. Menurut dia, normalisasi adalah langkah mengatasi banjir pada sungai yang berpotensi mendatangkan bencana tahunan setiap musim hujan tiba. Dengan normalisasi berupa pengerukan tanah dasar sungai, diharapkan arus air sungai menjadi lancar.

Baca Juga :  FPDIP DPRD Kudus : Ranperda Dibuat Untuk Kesejahteraan Rakyat

”Namun normalisasi saja tidak cukup, harus diimbangi dengan peninggian dan penguatan tanggul. Karena normalisasi hanya mengembalikan kedalaman sungai dan menghilangkan sedimentasi, apabila tidak disertai dengan penguatan tanggul bisa saja jebol dan banjir tidak bisa dihindarkan,” katanya.

Belajar dari pengalaman bencana banjir yang terjadi di Kudus sebelumnya, lanjutnya, penyebabnya adalah jebolnya tanggul akibat tidak mampu menahan debit air yang terlalu banyak. ”Kalau tidak limpas atau air sungai luber melewati atas permukaan tanggul, ya diakibatkan tanggul yang jebol,” ujar Bergas.

Dia menambahkan, sebagai contoh tanggul yang limpas adalah di Sungai Dawe yang pada saat banjir akibat besarnya debit air mengalami limpas pada tanggul di sejumlah desa yang dilalui aliran sungai tersebut. Di antaranya Desa Ngembalrejo (Kecamatan Bae), Ngembal Kulon (Kecamatan Jati), Desa Golantepus dan Mejobo (Kecamatan Mejobo).

Bergas mengungkapkan, sebenarnya jika dilihat dari kondisinya hampir semua sungai di Kudus berpotensi meluap atau jebol dan mengakibatkan banjir. Sementara sungai yang rawan jebol tanggulnya di antaranya Sungai Piji dan Sungai Logung. Meski begitu pihaknya hanya bisa memberikan masukan saja, karena sesuai tupoksinya BPBD hanya berurusan dengan air sungai dan dampaknya yang ditimbulkannya. Sedangkan tanggul adalah urusan atau wewenang SKPD terkait, yakni bagian penanggulangan sumber daya air (PSDA).

Baca Juga :  Guru RA Dan MI Se Kecamatan Kaliwungu Gelar Halal Bihalal Di Gedung MWC NU Kaliwungu

”Mengenai hal itu, kami dari Kantor BPBD Kudus sudah berkoordinasi dengan PSDA, baik di tingkat Kabupaten Kudus atau pun Provinsi Jawa Tengah, “ tegas Kepala Kantor BPBD Kabupaten Kudus itu. (DM)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?