Upacara Hari Ibu Di Kantor Gubernuran

oleh

SEMARANG – Ada pemandangan berbeda di Kantor Gubernur Jawa Tengah pada Selasa (22/12) pagi. Ruang lantai I Gedung A yang semula untuk menerima tamu, difungsikan sebagai lapangan upacara.

Ya, hujan bukan berarti penghalang pelaksanaan Upacara Hari Ibu ke-87. Dengan tidak memaksakan untuk berbasah ria di lapangan, upacara pun dialihkan ke dalam gedung. Mengingat ini harinya para ibu, peserta perempuan diutamakan mendapat tempat tempat di dalam gedung. Sementara lainnya tetap mengikuti upacara dengan khidmat di teras gedung.

Berbeda dengan upacara biasanya, petugas upacara kali ini juga didominasi wanita. Mulai dari MC, pembaca sejarah Hari Ibu, pembaca UUD 1945, pembaca doa, komandan upacara, inspektur upacara lengkap dengan ajudannya, semua perempuan. Bahkan, komandan kelompoknya juga wanita.

Kepala Biro Bina Produksi Setda Provinsi Jawa Tengah Dra Peni Rahayu MSi menyampaikan, pihaknya memang tetap menyelenggarakan upacara dengan kondisi yang ada, mengingat peringatan Hari Ibu merupakan momen penting bagi kaum ibu.
“Kebetulan ini kondisi darurat. Karena ini momen khusus terutama bagi kaum perempuan, Pak Sekda memutuskan walaupun dalam kondisi darurat tetap kita laksanakan upacara meski dengan empet-empetan. Petugasnya pun semua perempuan,” beber dia.

Ditambahkan, Hari Ibu tidak hanya bermakna bagi para ibu, melainkan perempuan pada umumnya. Di mana kaum wanita mesti terus memiliki semangat juang untuk setara dengan pria. Bagaimana pun, perempuan dan laki-laki memiliki peran yang sama dalam pembangunan negara ini. Keinginan untuk maju dalam segala bidang, mesti diwujudkan oleh wanita.

TRENDING :  Puting beliung Menimpa Salatiga 70 Rumah Rusak

Di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, kesempatan perempuan untuk maju terbuka lebar karena Gubernur H Ganjar Pranowo SH MIP memberi peluang yang sama bagi karyawannya untuk maju. Peni menunjuk contoh, empat dari 12 kepala biro di Setda Provinsi Jawa Tengah, dijabat oleh perempuan.

“Artinya, sudah memenuhi perbandingan gender 30 persen. Itu perhatian yang bagis dari Bapak Gubernur. Terima kasih telah memberikan kesempatan kepada kami-kami kaum perempuan untuk dapat berkarya hingga setara dengan bapak-bapak lainnya,” ungkapnya.

Kendati begitu, kata Peni, setara dengan pria bukan berarti seorang wanita melupakan peran sebagai ibu. Setinggi apa pun mengejar karier di luar rumah, tapi begitu sampai di rumah, dia harus melaksanakan perannya sebagai ibu yang mengurus anak, isteri yang mengabdi pada suami.

“Keberhasilan anak, keberhasilan suami tergantung dari ibu atau isteri. Karena kita yang mengurus kebutuhan suami, anak, mulai bangun tidur, menyiapkan sarapan, sampai nanti saat kembali ke rumah. Sesibuk apa pun saat kembali ke rumah tetap saja pada kodratnya selaku perempuan, yang harus tunduk sebagai suami, memperhatikan dan menjadi contoh bagi anak-anak,” tuturnya.

Pada upacara yang dikomandani Kabag Dokumentasi dan Sosialisasi Hukum pada Biro Hukum Setda Provinsi Jawa Tengah Sapta Hernawati SH MM, Peni juga membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI Yohana Yembise. Menteri mengingatkan, perempuan dan laki-laki memiliki peran dan kedudukan yang setara rangka mencapai keberhasilan pembangunan. Perempuan dan laki-laki juga memiliki kesempatan yang sama untuk berpartisipasi, memiliki akses atas sumber daya, terlibat dalam proses pengambilan keputusan sehingga keduanya dapat menerima manfaat pembangunan itu sesuai dengan aspirasi dan kebutuhannya.

TRENDING :  Wagub : Percepat Penurunan Angka Kemiskinan Melalui Proyek Padat Karya

Kerangka pembangunan baik jangka menengah ataupun jangka panjang juga telah menempatkan isu perempuan (dan anak) menjadi salah satu prioritas dan isu strategis pemerintah. Komitmen internasional tentang perempuan dan anak, bahkan terus menjadi bagian yang senantiasa ‘diperjuangkan’. Hal ini ditunjukkan dengan disepakatinya komitmen dunia melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa tentang Suistainable Development (SDG’s) yang dalam salah satu indikatornya berkorelasi kuat dengan isu perempuan (dan anak perempuan).

Percaya Diri dan Berkualitas

Berbagai kemajuan telah dicapai untuk peningkatan kualitas hidup dan kemandirian perempuan di berbagai bidang strategis, namun tidak dipungkiri bahwa masih banyak pending matter bagi pemerintah, khususnya dalam memberikan perlindungan dan pemenuhan hak untuk perempuan (dan anak). Karenanya Peringatan Hari Ibu tahun ini mengangkat tema Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki dalam Mewujudkan Lingkungan yang Kondusif untuk Perlindungan Perempuan dan Anak.

Diakui telah banyak keberhasilan dan kemajuan yang dicapai oleh kaum perempuan Indonesia, namun juga tidak dapat dipungkiri bahwa perempuan dan anak dengan jumlah hampir 80% dari total penduduk yang ada, masih menjadi kelompok masyarakat yang rentan dari berbagai bentuk kekerasan, eksploitasi dan perlakuan diskriminatif lainnya. Tema tersebut di atas diusung dalam rangka memberikan penyadaran kepada semua pemangku kepentingan yang terlibat (public awareness) tentang urgensi untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perlindungan perempuan (dan anak) dari segala bentuk kekerasan.

TRENDING :  Arsip Adalah Warisan Budaya Yang Unik Dan Tak Tergantikan

Menteri mempertegas pelibatan dan peningkatan peran kaum laki-laki dan keluarga dalam pembangunan juga menjadi hal yang harus terus dikampanyekan menjadi satu gerakan massive dan berkesinambungan, dalam rangka penghapusan segala bentuk kekerasan dan perlakuan diskriminatif lainnya terhadap perempuan (dan anak). Sebab, fakta di lapangan menunjukkan maraknya berbagai bentuk kekerasan serta kompleksitas masalah-masalah sosial yang terjadi di masyarakat saat ini, seperti kekerasan, kejahatan seksual, trafficking, pornografi, infeksi menular seksual dan HIV/AIDS, narkoba, kriminalitas dan lainnya disebabkan karena runtuhnya pondasi ketahanan dalam keluarga. Ketahanan keluarga melalui penanaman nilai-nilai budi pekerti, keimanan dan ketakwaan, menjadi salah satu pilar untuk menjawab dan mengatasi berbagai permasalahan tersebut.

Di akhir sambutannya, Yohanna mengajak perempuan untuk terus berkarya, memiliki kemandirian, kreatif, inovatif, percaya diri dan berkualitas. Sehingga bersama laki-laki menjadi sumber daya potensial dalam membangun bangsa saat ini dan saat mendatang. (HJ)

KOMENTAR SEDULUR ISK :