Upah Minimum Kabupaten Pati Masih Tarik Ulur

Upah Minimum Kabupaten Pati Masih Tarik Ulur

Pati, isknews.com (Lintas Pati) – Tarik ulur Upah Minimum Kabupaten (UMK) Pati tahun 2018 masih terjadi, sejumlah pihak masih silang pendapat terkait kenaikan sebesar 13,45 persen atau 11,08 persen. Untuk itu, dalam waktu dekat Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Pati bakal menemui Bupati Pati, Haryanto untuk memediasi pihak-pihak terkait.

“Belum ada kesepakatan, dan nanti kami akan meminta bantuan bapak Bupati Pati untuk memediasi sidang dewan pengupahan,” terang Kepala Disnaker Pati, Subawi dalam sidang rapat pembahasan UMK antara Apindo dan Dewan Pengupahan Pati, di Aula Disnaker Pati, Kamis (09/11/2017).

Dalam sidang tersebut ada dua perbedaan pendapat tentang kenaikan UMK 2018. Dewan Pekerja menghendaki kenaikan sebesar 13,45 persen. Dengan rincian, perhitungan UMK tahun 2017, ditambah pertumbuhan ekonomi, inflasi dan 4,74 persen UMK 2017. Atau ditaksir naik menjadi Rp 1.611.557.

TRENDING :  PAGAR SEKOLAH TIDAK LAYAK GURU MENGAKU URUNAN MEMPERBAIKI

Sementara, Dewan Pengusaha menghendaki UMK 2018 naik menjadi 11.08 persen atau senilai Rp 1.577.891. Rinciannya, perhitungan UMK pada tahun 2017 sebesar 2,37 persen ditambah pertumbuhan ekonomi.

TRENDING :  Panwas Kabupaten Pati Gelar Simulasi Pelaksanaan Pencoblosan

“Tadi semua pihak telah menandatangani lembar berita acara kegiatan sidang, ini nantinya sebagai bahan laporan kepada bapak Bupati Pati, bahwa sidang telah dilaksanakan namun belum diperoleh kesepakatan bersama,” jelas Subawi.

TRENDING :  Perangkat Desa wajib ikut Program BPJS

Ditambahkan, dalam sidak tersebut Disnaker Pati posisinya hanya sebagai mediator. Dalam giat tersebut turut hadir Disnaker Pati, Dewan Pakar, Dewan Pekerja, Statistik Pati, Dewan Pekerja, serta puluhan perwakilan pekerja di Kabupaten Pati. (Wr)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post