Upayakan Bidan Desa Profesional Demi Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Upayakan Bidan Desa Profesional Demi Tekan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Rembang, isknews.com (Lintas Rembang) – Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang, memiliki tugas besar yang harus dientaskan dalam menekan jumlah kasus kematian ibu dan bayi di Kabupaten Rembang. Dalam hal ini Pemeritah Kabupaten tengah berupaya untuk mengurangi angka kematian ibu dan bayi dengan sejumlah cara.

Saat ditemui seusai mengunjungi beberapa pasien, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Rembang, Ali Syofi’i menjelaskan, mengenai jumlah kematian ibu dan bayi pemerintah sudah mengupayakan berbagai cara untuk menekan angka kematian tersebut. Salah satunya dengan penguatan Sumber Daya Manusia (SDM) khususnya dibidang kesehatan kelahiran ibu dan bayi.

TRENDING :  Ranking Keenam Se Provinsi JawaTengah Jumlah Penderita HIV AIDS Di Kudus 350 Orang

“Saat ini ada 13 kasus kematian ibu di kabupaten Rembang, dan terkait itu pemerintah telah mengupayakan berbagai langkah untuk melakukan akselerasi penurunan kematian ibu dan bayi di Rembang”,imbuhnya.

Ali mengungkapkan saat ini ada kekurangan sekitar 31 desa yang belum memiliki bidan desa. Dan untuk kedepannya kekurangan tersebut akan dipenuhi dengan tenaga kesehatan yang terlatih, sehingga penanganannya juga akan profesional.

TRENDING :  Miliki Gedung Baru, Satreskrim Punya PR Peningkatan Pelayanan

“kedepan pemerintah akan mengupayakan kebutuhan pemenuhan tenaga bidan desa di seluruh desa yang ada di Rembang “, jelasnya.

Ali menambahkan, pihaknya juga akan melakukan pendekatan Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PISPK) ini sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat. Dengan demikian akan berdampak penurunan terhadap angka kematian ibu dan bayi.

TRENDING :  Lomba Membatik Awali Metamorfosa Batik Tulis Lasem Untuk Negeri

Di sisi lain Bupati mengatakan, angka kematian ibu dan bayi dari tahun ke tahun mulai mengalami penurunan. Hal tersebut yang terus diupayakan oleh pemkab Rembang untuk menekan angka kematian ibu dan bayi.

“Ditahun 2015 agak naik, tapi di tahun 2017 ini sudah mulai turun” pungkasnya. (rtw)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post