Uri-uri Budaya, Kodim 0722/Kudus Gelar Lomba Busana Adat Jawa

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Sebagai salah satu wujud keseriusan Dandim 0722/Kudus dalam melestarikan budaya yang ada di Kudus. Tadi malam, Kodim 0722/Kudus mengadakan Lomba Burbusana Adat Jawa, dalam rangka memperingati HUT TNI Ke 73 di halaman Makodim 0722/Kudus, Kamis (04-10-2018).

Kegiatan yang dimulai pukul 20.00 WIB itu dibuka dengan penampilan apik pentas seni Tari Jejer dari Sanggar Bougenville. Setelah itu baru dimulailah dengan kegiatan lomba busana adat jawa. Malam itu, para peserta berlenggak lenggok menyuguhkan penampilan terbaiknya.

 

Dandim 0722/Kudus, Letkol Inf Sentot Dwi Purnomo, mengucapkan terimakasih kepada seluruh pengunjung dan peserta yang hadir dalam acara Pekan Raya TNI Manunggal Rakyat pada malam tersebut.

TRENDING :  Setelah Lama Tak Bersua, Car Free Night Kudus Akan Dievaluasi

“Kami berharap acara lomba pakaian adat jawa ini bisa menggugah kesadaran generasi muda untuk lebih mengenal budaya daerah. Melalui budaya, mari kita tingkatkan rasa cinta tanah air dan jiwa¬† nasionalisme,” harapnya.

 

Imbuhnya, “Semoga kegiatan yang kami laksanakan dari mulai tanggal 03 sampai tanggal 06 Oktober 2018 dapat berjalan lancar, sukses dan bermanfaat,”

Diungkapkannya, pakaian jawa memiliki filosofi yang sangat dalam untuk kehidupan manusia. Dijelaskannya, Blankon memiliki filosofi, bahwa seorang laki-laki harus memiliki pemikiran yang kuat, tenang, berwibawa dan bijaksana.

Kemudian, kebaya yang dikenakan wanita menyimbulkan kepatuhan, kehalusan, dan tindak tanduk wanita yang harus serba lembut. Kebaya selalu identik dipasangkan dengan jarik atau kain yang membebat tubuh. Kain yang membebat tubuh tersebut secara langsung akan membuat siapapun wanita yang mengenakannya kesulitan untuk bergerak dengan cepat. Itulah sebabnya mengapa wanita Jawa selalu identik dengan pribadi yang lemah gemulai.

TRENDING :  Bangga Upacara Dengan Koramil

“Kain jarik wanita, selain sebagai penutup aurat. Kain ini juga melambangkan bahwa wanita juga harus patuh dan taat kepada orang tua mau pun suaminya. Dengan digambarkan dengan kain jarik yang mudah dilepas dan fleksibel cara memakainya,” paparnya.

Untuk busana adat Jawa atau yang sering disebut dengan busana kejawen, mempunyai makna dan filosofi dari si pemakai, menurutnya. “Busana Jawa Tengah tersebut penuh dengan piwulang sinandhi yang kaya akan makna tersirat untuk bekal hidup di dunia dan akherat,” ujarnya.

TRENDING :  Sukun Blue Sajikan Tiga Video Via Vallen di Lapangan AURI Karanganyar

Hasil penilaian Lomba Busana Adat Jawa Putri dimenangkan oleh SMP Masehi dengan  sekor nilai 1021. Lalu pada urutan kedua diisi SMA 1 Kudus dengan perolehan nilai 1004. Dan terkahir juara ketiga dimenangkan oleh MAN 2 Kudus dengan nilai 996.

Sedangkan untuk peserta Putra, juara 1 dimenangkan oleh Indra Yanto dari Grogol dengan perolehan nilai 971. Lalu disusul SMKN 2 Kudus dengan nilai 924. Dan diurutan ketiga dimenangkan oleh peserta dari SMA 1 Bae dengan sekor nilai 912. Untuk juara Favorit diperoleh Bella Viola peraakilan SMA 2 Bae. (NNC/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :