IMG_20160821_225811

Usai Ikut Perekaman, Empat Hingga Lima Hari E-KTP Sudah Jadi

Kudus,isknews.com – Sesuai perintah dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) yang tertuang dalam surat edaran nomor 471/1768/SJ tentang percepatan penerbitan  Kartu Tanda Penduduk Elektronik (E-KTP) dan Akte Kelahiran, Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Kudus melayani masyarakat dalam pembuatan atau perekaman E-KTP dengan membuka  jam pelayanan yang tidak seperti biasanya pada pukul 08:00 – 21 :00 wib baik di Tingkat Kecamatan maupun di kantor Disdukcapil Kabupaten Kudus Jum’at, (26/8).

Pelayanan yang dilakukan mulai pukul 08:00 – 21:00 wib itu mengejar target pelayanan kependudukan yang ada di Kabupaten Kudus harus mencapai 100 persen yakni sekitar jumlah 601,696 penduduk yang harus wajib melakukan perekaman E-KTP, pelayanan yang biasanya dilakukan mulai pukul 08:00 – 15:00 wib itu kini semua pegawai maupun staff mau tidak mau harus ngelembur guna mencukupi target yang telah ditentukan.

Baca Juga :  Camat Yang Satu Ini Hobi Dengan Mainkan Alat Musik Gitar

Hal ini disampaikan oleh Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Hendro Martoyo, SH melalui Kapala Bidang Informasi dan Penyimpanan Data Busono kepada isknews.com memaparkan bahwa “pelayanan percepatan penerbitan E-KTP yang dikeluarkan oleh Kemendagri dalam hal ini kami melakukan pelayanan yang tidak biasa dilakukan guna mencapai target, pelayanan yang biasanya mulai pukul 08:00 – 15:00 itu kini petugas dan staff kami melayani masyarakat dalam perekaman E-KTP harus melayani pada pukul 08:00 – 21:00 baik di Kecamatan maupun di Kantor setiap hari” paparnya.

Baca Juga :  Wanita Berparas Cantik Meninggalkan Kendaraanya di Jalan

Terkait lamanya penerbitan atau jadinya E-KTP setelah mengikuti perekaman di Kecamatan maupun di Disdukcapil, Busono mengatakan dalam penerbitan E-KTP itu setelah mengikuti perekaman khusus yang melakukan perekaman sejak 1 Mei 2016 hingga 30 September 2016 mendatang itu bisa jadi dalam waktu empat atau lima hari setelah melakukan perekaman E-KTP jika blanko masih ada baik di Kecamatan maupun di Kantor Disdukcapil. Jika ada masyarakat yang menyatakan jadinya E-KTP lamanya sampai satu tahun itu mereka kesalahan meraka kurangnya sosialisasi atau kurang pro aktif dalam pengecekan akibatnya data mereka menngendap dan gagal direkam sehingga dalam hal ini masyarakat harus melakukan  perekaman ulang.

“Penerbitan E-KTP itu bisa langsung jadi empat hingga lima hari bilamana blanko masih ada, jika habis akan mendapatkan surat keterangan E-KTP. Jika ada masyarakat yang mengatakan lamanya penerbitan itu sampai satu tahun itu merupakan kesalahan mereka karena kurang sosialisasi dan kurang pro aktif dalam pengecekan, akibatnya data mereka mengendap dan gagal rekam sehingga dalam hal ini harus melakukan perekaman ulang” katanya.(SM)

APA KOMENTAR SEDULUR ISK ?