Versi Lain Dari Asal Usul Desa Kaliwungu

oleh
Desa Kaliwungu
Foto: Situs sendang kaliwungu di Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Senin (04-06-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Kudus, ISKNEWS.COM – Kaliwungu merupakan nama sebuah desa di kabupaten Kudus. Desa yang terkenal dengan rumah Joglo Pencu Pumpang Songo dan gebyok Rogo Moyo ini, menyimpan sebuah kisah yang menarik.

Kaliwungu, secara harfiah berasal dari kata kali atau sungai dan wungu atau ungu. Dengan kata lain, Kaliwungu diartikan sebagai sebuah sungai yang berwarna ungu.

Jika menelisik lebih dalam mengenai asal usul Desa Kaliwungu, maka akan ditemukan dua versi cerita yang berbeda. Diungkapkan Sekertaris Desa Kaliwungu, Zunahah, bahwa asal usul Desa Kaliwungu yang paling populer di masyarakat Kudus adalah yang versi pertama.

“Asal usul desa Kaliwungu versi pertama berkaitan dengan pertarungan antara Sultan Hadirin dan Arya Penangsang. Konon, kedua tokoh tersebut pernah berselisih paham merebutkan tahta dan kekuasaan kerajaan Mataram,” ungkap Zunahah, Senin (04-06-2018).

TRENDING :  Pantang Menyerah Kunci Sudi Kenyam Kesuksesan
Versi Lain Dari Asal Usul Desa Kaliwungu
Foto: Sendang Kaliwungu di Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Senin (04-06-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Dijelaskannya, jika pertarungan sengit tersebut terjadi di sekitar Menara Kudus. Pertarungan tersebut diakhiri dengan kekalahan Sultan Hadirin yang tertusuk oleh pedang dari Arya Penangsang, tepat dibagian perutnya. Setelah mengalami kekalahan, Sultan Hadirin melarikan diri ke arah Jepara, akan tetapi Arya Penangsang terus mengejarnya sampai di luar Kudus.

Dengan menahan rasa sakit dan cucuran darah yang keluar dari perutnya, Sultan Hadirin berjalan tertatih menuju rumah istrinya Ratu Kalinyamat di Jepara. Di tengah perjalanannya, Sultan Hadirin menemukan sebuah sungai yang mengalir air jernih di dalamnya.

TRENDING :  Runtuhnya Dominasi Kolak Sebagai Kudapan Favorit Berbuka Puasa

Air sungai itu, kemudian digunakannya untuk membasuh tubuhnya yang terluka. Banyaknya darah yang bercucuran dari tubuh Sultan Hadirin, membuat air sungai itu berubah warna menjadi keunguan. Perubahan warna air sungai inilah yang kemudian menjadi asal usul desa Kaliwungu.

“Karena air sungainya berubah menjadi keunguan. Maka daerah ini diberinama Kaliwungu,” ujarnya.

Menurut Zunahah, versi kedua ini memiliki cerita yang sedikit berbeda. Pada versi ini, Kaliwungu diartikan sebagai sebuah kali yang terletak didekat pohon Wungu.

“Cerita versi kedua ini berasal dari sendang atau sumber mata air yang ada di desa Kaliwungu. Dahulu, sendang tersebut memiliki air yang sangat berlimpah. Bahkan air dari sendang tersebut sampaj tumpah-tumpah dan membentuk sebuah aliran sungai,” katanya.

TRENDING :  142 Desa Belum Ajukan APBDes
Versi Lain Dari Asal Usul Desa Kaliwungu
Foto: Pohon wungu yang menjadi cikal bakal desa kaliwungu, di Desa Kaliwungu, Kecamatan Kaliwungu, Kabupaten Kudus, Senin (04-06-2018). (Nila Niswatul Chusna/ISKNEWS.COM)

Dilanjutkan Zunahah, “Oleh masyarakat sekitar, sendang tersebut dijadikan sebagai sumber penghidupan dan tempat berkumpulnya warga. Di dekat sendang itu tumbuh sebuah pohon yang bernama pohon Wungu,”

Saat ditanya mengenai pohon wungu, Zunahah menjelaskan bahwa pohon tersebut disebut wungu karena memiliki getah dan bunga yang berwarna ungu. Dari pohon wungu dan sendang inilah, masyarakat kemudian menyebutnya sebagai desa Kaliwungu.

“Kini, sendang dan pohon wungu tersebut dijadikan sebagai situs sejarah desa Kaliwungu. Situs tersebut telah kami pugar dan tata sebagai bagian dari objek wisata di desa Kaliwungu,” pungkasnya. (NNC/WH).

KOMENTAR SEDULUR ISK :