Wabup Kudus : GP Ansor Tunjukkan Semangat Pluralisme

oleh

Kudus, ISKNEWS.COM – Hari santri nasional 2018 diperingati dengan menggelar Kirab Satu Negeri. Kirab ini diselenggarakan Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) yang melakukan estafet dari kota satu ke kota lainnya. Di Kudus Kirab Satu Negeri dilaksanakan selama dua hari yakni Kamis-Jumat (18-19 Oktober 2018).

Kirab yang dilaksanakan pada Kamis (18/10/2018) pagi itu dimulai dari Lapangan Desa Kedungdowo, Kecamatan Kaliwungu Kudus. Para peserta berjalan menuju Kecamatan Mayong, Jepara untuk menerima Pataka Bendera Merah Putih.

Kemudian dilanjutkan kirab mengelilingi Kudus yang dimulai dari Kecamatan Kaliwungu menuju Kecamatan Gebog melalui perenpatan Jember ke utara hingga Gondosari. Dilanjutkan ke wilayah Kecamatan Dawe, Kecamatn Jekulo, Kecamatan Mejobo, Kecamatan Jati hingga sampai di Pendapa Kabupaten Kudus pukul 13.30 WIB.

TRENDING :  Meriah! KKMI Mejobo Sambut HSN Dengan Kirab dan Wisata Religi

Disambut Wakil Bupati Kudus Hartopo, para peserta kemudian menyerahkan Pataka Merah Putih kepada Hartopo untuk menginap di Pendapa selama satu hari. Wajah suka cita terpancar dari para peserta meskipun telah melakukan kirab mengillingi Kudus.

Dalam kirab ini tak hanya GP Ansor saja yang berpartisipasi, PMII dan bahkan klub trabas serta motor gede juga ikut meramaikan peringatan hari santri 2018. Kegiatan ini mendapat apresiasi dari Wakil Bupati Kudus Hartopo. Karena dinilai dapat merekatkan rasa persatuan dan kesatuan bangsa.

TRENDING :  Ternyata Ini Alasan Kenapa Sepeda Motor Diijinkan Masuk Lokasi Dandangan

Menurutnya kirab ini bisa juga dijadikan bangsa Indonesia menunjukkan kepada dunia bahwa Indonesia berkehidupan majemuk tapi dapat menjaga kedamaian.

Sementara itu Ketua Pengurus Cabang GP Ansor Kudus Sarmanto Hasyim mengatakan, tujuan kirab adalah upaya untuk membela agama, bangsa dan negeri. “Kirab ini sebagai bentuk kita satu keluarga, satu Indonesia,” tegasnya.

TRENDING :  Kerap Dipandang Sebelah Mata, Penyandang Disabilitas Kudus Buktikan Mampu Berkarya

Selain itu, lanjutnya, kirab ini ditujukan untuk mencegah segala bentuk ancaman radikalisme. GP Ansor Kudus siap melawan gerakan radikalisme yang merongrong NKRI. Karena NKRI harga mati. Pada kesempatan itu Sarmanto juga melaporkan dana hasil donasi untuk korban bencana yang masuk kepada GP Ansor Kudus.

“Untuk korban bencana Lombok terkumpul dana sebesar Rp 259.312.000 dan untuk korban bencana Palu, Donggala dan Sigi hingga hari ini terkumpul dana sebesar Rp 80.203.000,” pungkasnya. (MK/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :