Wabup Kudus Sidak Dinas PKPLH, Ini Yang Ditemukan

oleh
dinas pkplh kudus

Kudus, ISKNEWS.COM – Wakil Bupati Kudus M Hartopo melakukan inspeksi mendadak ke Kantor Dinas Perumahan Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (PKPLH) Kudus, Rabu (7/11/2018). Dalam sidak itu Hartopo menemukan beberapa permasalahan yang dinilainya harus segera dibenahi.

Masalah pertama yang muncul adalah ketika bagian pelayanan tidak terdapat pegawai yang menjaga, “Harusnya bagian resepsionis ada orangnya, kalau sedang jam makan siang, ya harus gantian,” ungkapnya.

Selain itu pihaknya juga sempat melihat kondisi Dinas PKPLH Kudus yang kurang bersih. Hartopo meminta kepada Sekretaris Dinas Didik Tri agar segera mencari tambahan tenaga alih daya, “Bisa dilihat kantornya kurang bersih, kalau memang tenaga outsourcing kebersihan kurang, bisa ditambah,” imbuhnya.

TRENDING :  Kegiatan APBD Dideadline Selesai Akhir November

Tak hanya permasalahan tersebut, Hartopo juga menyoroti bahwa tenaga alih daya harus dioptimalkan dan memiliki beban kerja yang terukur. Persoalan lain yang ditemukan di garasi truk pengangkut sampah dan penyiram taman.

Truk pengangkut sampah sesuai prosedur dapat mengangkut dua ritase, sementara kondisi di lapangan hanya satu kali ritase. Bahkan sopir truk mengeluhkan harus menalangi BBM truk terlebih dahulu dan terdapat oknum yang memotong uang ganti.

TRENDING :  Samsat Keliling Mulai Beroperasi Pekan Depan

Rata-rata para sopir harus menalangi 130-350 liter solar. Ada yang sudah diganti tapi tidak seluruhnya dan parahnya lagi ada potongan dari oknum. Mendengar keluhan tersebut, Hartopo mengatakan jangan sampai ada kejadian semacam ini terulang.

“Kalau tidak ada BBM tidak usah jalan. Kalau diancam dan sebagainya laporkan saya secara langsung. Apalagi truk sampah, ini kan pelayanan untuk warga,” tegasnya.

TRENDING :  Dinas PKPLH Kudus Belum Mampu Penuhi Permintaan Armada Sampah Untuk Pedesaan

Bahkan pihaknya akan mendorong agar masalah potongan uang ganti talangan dapat diselesaikan. “Nanti coba ditukarkan kupon uang gantinya, jika masih ada tarikan nanti saya yang coba tukarkan langsung. Gaji sudah tidak seberapa masih dipotong,” ungkap Hartopo.

Hartopo juga mengingatkan, agar setiap dinas memiliki musala┬ámengingat mayoritas penduduk Kudus adalah muslim. “Saya minta setiap dinas dan kecamatan memeliki musala, kalau bisa dibuat sebagus mungkin supaya yang salat merasa nyaman,” pungkansya. (MK/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :