Warga Cemas Pencemaran Air Laut Tak Kunjung Tuntas

Warga Cemas Pencemaran Air Laut Tak Kunjung Tuntas
Rembang, isknews.com (Lintas Rembang) – Air laut di dekat pantai pasir putih Wates atau Benowo di desa Tasikharjo terlihat berwarna hitam pekat. Pencemaran air laut itu disebabkan karena limbah cair dari pabrik yang berada di desa Banyudono Kecamatan Kaliori yang notabene berjarak 3 kilometer dari pantai Tasikharjo.
Warga berharap Pemerintah Kabupaten Rembang menindak perusahaan pengolahan ikan tersebut karena membuang limbah cair secara sembarangan ke laut. Dampak dari limbah tersebut memang dirasakan pengelola obyek wisata pantai pasir putih karena keindahan pantai menjadi terganggu.
Berdasarkan pantauan pada Selasa (31/10/2017), limbah bahan beracun dan berbahaya tampak bercampur pekat dengan air laut di pantai. Air laut yang tengah surut limbah tampak menghitam.
Tak hanya warga pengelola obeyak wisata, Nelayan setempat pun banyak mengeluhkan pencemaran air laut karena tangkapan ikan menjadi sepi. “Ikan dan udang mati, terutama di daerah pinggiran. Pengaruh limbah sangat kami rasakan. Nelayan banyak menganggur. Kami berharap persoalan limbah ini mendapat tindakan,” ungkap Heri Prasetyo warga Desa Tasikharjo.
Secara terpisah, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Rembang Suharso menyatakan, persoalan limbah tersebut sudah ada penanganan dari Provinsi.
“BLH Provinsi Jawa Tengah sudah turun melakukan evaluasi terhadap pengolahan limbah di (Banyudono) Kaliori. Sudah ada beberapa rekomendasi mengenai pengolahan limbah agar tidak mencemari.”
Di antara rekomendasi itu antara lain agar limbah berbahan beracun dan berbahaya dikemas dan dibuang pada tempat yang aman. Perusahaan yang bersangkutan diberikan waktu 90 hari untuk mengatasi persoalan limbah itu. (Mcs)
KOMENTAR SEDULUR ISK :
TRENDING :  "Ngaji Pasaran", Tradisi Khas Pesantren Di Bulan Ramadhan

Share This Post