Warga Dan Tetangga Tandatangani Petisi Penangguhan Penahanan Mulyadi

oleh
Sejumlah warga bubuhkan tanda tangan petisi penangguhan penahanan Mulyadi (Foto: skrinsut video isknews.com)

Kudus, isknews.com – Kasus kecelakaan lalu-lintas yang kemudian menyreret Mulyadi Bin Masijan ke meja hijau, membuat puluhan warga Desa Singocandi, Kecamatan Kota, Kudus, menggelar aksi solidaritas terhadap Mulyadi warganya yang kini ditahan oleh Kejaksaan Negeri Kudus, Jum’at sore (30/11/2018).

Aksi yang sempat viral ini, sebagai bentuk keprihatinan warga atas peristiwa kecelakaan lalu-lintas yang terjadi antara Mulyadi (46) buruh di pabrik tahu dan Sulasih korban yang buruh di sebuah pabrik rokok di Kudus.

Kecelakaan yang menurut penasehat hukum terdakwa, Slamet Riyadi beberapa waktu lalu sebenarnya berkategori ringan, keduanya sudah berdamai dan berangkulan antara istri Mulyadi dan Sulasih, korbanpun sudah beraktifitas kembali, namun keduanya kaget ketika mendengar Mulyadi malah ditahan disel oleh Pihak Kejaksaan Negeri Kudus sejak tanggal 8 November 2018 lau.

TRENDING :  Sidang Laka : Saksi Korban Turut Ajukan Penangguhan Penahanan Terdakwa

“Padahal bu Sulasih menyatakan sudah memaafkan Pak Mulyadi sejak awal, karena tidak ada yang salah dalam kasus ini, resiko dijalan raya. Makanya Bu Sulasih, korban sendiri sangat menyayangkan penahanan yang dilakukan Kejaksaan Negeri Kudus terhadap Pak Mulyadi,’ kata Slamet.

Aksi yang mengatasnamakan masyarakat peduli Kang Mul oleh warga Desa Singocandi RT 01 RW 01 dipimpin oleh Sholeh Syukur, Ketua RW 01 Desa Singocandi tempat domisili Mulyadi.

Di atas bentangan kain putih sepanjang lima meter, warga memberikan dukungan agar kasus yang dialami oleh Mulyadi segera selesai dan dibebaskan dari hukum.

TRENDING :  Buruh Rokok Nyambi Jualan Miras Digrebek Polisi

“Petisi ini nantinya akan kami bawa saat persidangan Senin (3/12) mendatang sebagai bukti dukungan moril warga,” kata Syakur yang adalah ketua Rukun Warga (RW) 01 Desa Singocandi.

Syakur menyebutkan, bahwa warga nampak antusias untuk menandatangani petisi “Peduli Kang Mul”. Mereka berharap pihak penegak hukum (Kejaksaan) bisa menangguhkan penahanan terhadap Mulyadi dengan alasan keadilan dan kemanusiaan. “Bahkan Kang Mul bisa dibebaskan dari jeratan hukum tanpa syarat,” jelasnya.

“Kami akan terus memberikan dukungan sampai kasus ini benar-benar diselasaikan secara adil,” imbuh Syakur.

Menurut Ketua RW ini, Kedua belah sejatinya sudah terjadi kesepakatan damai dan korban sudah memaafkan baik secara lisan dan tertulis. Mulyadi juga sudah bertanggungjawab menanggung biaya pengobatan Ibu Sulasih sebesar 1’5 juta. Namun, oleh pihak Polres Kudus tetap memprosesnya hingga akhirnya P21 oleh Kejaksaan Negeri Kudus.

TRENDING :  4 Orang Menjadi Korban Ledakan Bom di Pos Polisi Sarinah, Jakarta Pusat

Kasus Mulyadi pun sudah memasuki tahan persidangan. Persidangan perdana telah berlangsung Senin (26/11) lalu.

” Senin (3/12) mendatang katanya akan dilakukan sidang kedua dengan agenda jawaban permohonan atas penangguhan penahanan dan pemeriksaan dan pembuktian (pemeriksaan saksi-saksi),” kata dia

Sholeh Syakur menambahkan bahwa masyarakat khususnya warga Singocandi berharap sekali agar Pak Mulyadi ditangguhkan penahanannya.

“Semoga penangguhan penahanan Pak Mulyadi dikabulkan dan segera keluar dari tahanan,” harapnya. (YM/YM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :