Warga Dukuhseti Ungsikan Ternak di Lokasi Wisata

oleh
Foto: Warga memanfaatkan lokasi wisata Pantai Cinta di Dukuh Slempung, Desa Dukuhseti, untuk mengungsikan ternaknya. (Istimewa)

Pati, ISKNEWS.COM – Banjir yang masih menggenang di wilayah Kecamatan Dukuhseti, memaksa sejumlah warga harus mengungsi. Bahkan, hewan ternak milik warga pun ikut diungsikan. Sebagian mengungsikan ternaknya di lokasi wisata Pantai Cinta, seperti yang dilakukan oleh Karmisih warga Dukuh Slempung RT 08/RW 03, Desa/Kecamatan Dukuhseti.

Mereka terpaksa mengungsikan ternaknya, lantaran permukimannya terendam banjir yang masih belum surut hingga hari ini, Rabu (14-02-2018). Sedikitnya ada 9 ekor kambing dan seekor sapi milik warga yang diungsikan di Pantai Cinta, meski jaraknya satu kilometer dari pemukiman warga. Lokasi tersebut dipilih karena dianggap lebih aman dari ancaman banjir.

TRENDING :  Pati Krisis ASN

“Kalau saya hanya punya sapi. Kambing-kambing yang diungsikan di sini milik tetangga. Kami bergantian menjaganya. Jika siang para ibu, sedangkan malam hari bapak-bapak yang berjaga di sini,” terang Karmisih, Rabu (14-02-2018).

Setiap sore, suami Karmisih bertugas mencari pakan ternaknya. Sepulang kerja melaut, imbuh perempuan paruh baya itu, dan malamnya dilanjutkan giliran ia menjaga ternak-ternak tersebut.

TRENDING :  Santri Tangkal Aktivitas Punk dan Narkoba Masuk Wilayah Margoyoso

Ia mengaku, membawa sapi miliknya ke tempat wisata tersebut sejak Kamis (08-02-2018) lalu. Ia belum berani membawa pulang ternak miliknya, karena ketinggian air di rumahnya kembali naik.

“Kami terpaksa membawa ternak ke sini karena kasihan jika ternak berdiri terus dan tidak bisa tidur karena banjir. Kemarin saja ada sapi milik tetangga yang jatuh sakit karena tidak bisa duduk. Saat ini sapinya malah susah makannya,” sambungnya.

Tidak hanya di Dukuh Slempung, pengungsian ternak juga terlihat di Dukuh Kedawung, Desa Dukuhseti. Sekitar 20 ekor sapi milik warga terdampak banjir, diungsikan di jalanan desa yang tidak tergenang air. Dua perkampungan di Desa Dukuhseti ini, merupakan tempat terparah akibat banjir yang terjadi sepekan terakhir.

TRENDING :  Gudang Kapuk Roboh, Satu Pekerja Meninggal Dunia Dua Lainnya Luka

“Sudah tujuh hari kami berada di sini. Tadi pagi, air malah naik lagi. Karena sejak pagi hujan kembali turun. Semoga air cepat surut lah,” harap Karmisih. (IN/AM)

KOMENTAR SEDULUR ISK :