Warga Kudus Gratis di RSUD Kelas III Hanya dengan KTP

Warga Kudus Gratis di RSUD Kelas III Hanya dengan KTP

KUDUS – Orang miskin dilarang sakit. Mungkin itulah istilah yang beberapa waktu lalu sempat populer. Namun, istilah tersebut tidak berlaku di Kudus. Dari kalangan manapun, masyarakat Kudus berhak mendapatkan pelayanan kesehatan di fasilitas kesehatan.

Adalah pusat kesehatan masyarakat (puskesmas) yang telah digratiskan bagi warga Kudus sejak tahun 2008. Tepatnya ketika dilantik menjadi bupati, H. Musthofa ingin warganya sejahtera. Kesehatan menjadi salah satu prioritasnya untuk mencapai tujuan besar itu.

Seluruh warga Kudus berhak mendapatkan pelayanan kesehatan dasar di seluruh puskesmas yang ada di Kudus. Hingga kini, di Kudus telah ada 19 puskesmas yang 10 diantaranya telah melayani rawat inap. Keberadaan puskesmas yang relatif lebih dekat dengan masyarakat akan memberikan kemudahan tersendiri.

Selain itu, gagasan bupati yang inovatif yaitu telah membebaskan biaya perawatan bagi masyarakat yang dirawat di kelas III RSUD dr. Loekmono Hadi. Itu semua tanpa menggunakan kartu BPJS. Jadi, ketika daerah lain diributkan dengan kartu BPJS palsu, hal itu tidak perlu diperdebatkan di Kudus.

BACA JUGA :  Manfaat sayuran hijau bagi tubuh

Penyediaan sumber daya manusia serta alokasi anggaran yang mencukupi, merupakan kepedulian secara konkrit dari Pemkab Kudus terhadap program ini. Dengan anggaran sebesar Rp 14,5 miliar di tahun 2016 ini, semuanya untuk pelayanan masyarakat di puskesmas dan kelas III RSUD.

Dengan layanan yang ter-cover dalam jaminan kesehatan daerah (JKD) ini, masyarakat benar-benar terpuaskan. Bagaimana tidak, mereka bisa merasakan kemudahan dalam layanan, tidak dipungut biaya, dan dilayani secara baik.

Sebagaimana dituturkan oleh Faizul Muna salah seorang pasien yang merasakan JKD ini. Saat ini dia menderita trombosit turun, atau DB. Layanan yang diberikan RSUD dr. Loekmono Hadi baginya sangat memuaskan.

”Perawat-perawat di sini melayani saya dengan baik. Tidak membedakan saya (pasien JKD) dengan pasien umum,” aku Faizul yang kini masih duduk di bangku kelas X SMA.

BACA JUGA :  Saka Bhakti Husada Berikan Pendidikan Dasar

Hal senada juga disampaikan oleh Muhammah Sofwan yang merupakan suami dari Kholifah yang beralamat di Desa Gondangmanis, Bae. Istrinya saat ini menderita benjolan di belakang hidung. Kini sudah mendapatkan perawatan selama empat hari di RSUD dr. Loekmono Hadi.

”Saya mengucapkan terima kasih kepada Bapak Bupati Musthofa. Hanya dengan KTP, istri saya telah dilayani dengan baik dan prosesnya mudah di sini,” pengakuan Sofwan.

Untuk lebih mengoptimalkan pelayanan, Bupati Kudus terus meningkatkan sarana prasarana kesehatan yang ada. Pelayanan di berbagai puskesmas semakin baik untuk memberikan layanan terbaik bidang kesehatan. Sehingga, tidak perlu harus ke rumah sakit apabila di puskemas sudah terlayani.

”Kesehatan inilah salah satu hal yang penting bagi kemajuan bangsa. Karena besar pengaruhnya untuk peningkatan derajat hidup dan kesejahteraan,” Kata Bupati Kudus H. Musthofa baru-baru ini.

BACA JUGA :  Inilah Kegiatan Kegiatan Dengan Sumber Dana Dari DBHCHT

Belum puas dengan itu semua, Bupati Kudus melengkapi kemudahan layanan dengan sistem penanggulangan gawat darurat terpadu (SPGDT). Yaitu layanan online dilengkapi dengan call center. Masyarakat bisa mengakses jumlah ketersediaan kamar, layanan yang ada, dokter, serta lokasi fasilitas kesehatan di Kudus dengan sistem ini.

Sehingga benar-benar tidak ada yang bisa ditutupi. Jumlah kamar yang tersedia akan dilihat dengan jelas seluruh masyarakat. Sedangkan lokasi faskes yang ada akan mempermudah pasien disesuaikan alamat rumahnya dengan kelengkapan fasilitas yang ada.

”Rumah sakit dan semua fasilitas kesehatan sudah terintegrasi dengan sistem ini. Kami berikan yang terbaik semuanya untuk masyarakat Kudus,” terang Bupati.(*)

KOMENTAR SEDULUR ISK :

Share This Post